Saturday, 3 November 2012

Ampuni Hamba

MV KJK yang baru
lagunya serem, tapi langsung terngiang-ngiang gitu
Joong Ki nya keren


ini choir keren juga
suka bagian kaki-kaki Genie


dan punya Taylor Swift
cantik ya


tolong ampuni hamba
H-2 UTS

Monday, 29 October 2012

Demi Apa

Miapa saya masih terbangun dengan segar bugar
di depan laptop
dan bukannya belajar selayaknya mahasiswa
malah sibuk melakukan satu dua hal nggak penting yang definitely sama sekali nggak penting
dengan memuaskan kesenangan sesaat untuk tekanan mendalam keesokan harinya

Miapa H-1 minggu UTS saya masih santai santai ngelihatin akun jejaring sosial dan blog orang-orang sambil ngguyu-ngguyu nggak jelas berusaha apdet info terbaru sambil mendalami karakter orang-orang tersebut
di depan laptop
dan bukannya mendalami karakter obat-obatan dislipidemia dengan sitokrom CYP blah blah atau berusaha membedakan neoplasma epithelial maupun mesenkimal yang terkategori malignant atau benigna

Miapa materi UTS yang bejibun itu belum selesai dilahap walau udah  dibela-belain beli buku Katzung and Trevor Board Examination di toko Surya dan pinjem textbook Patofisiologi Sylvia Price yang udah menguning dari perpus tercinta
sekarang
masih di depan laptop
dan bukannya membuka satu demi satu lembaran-lembaran buku tersebut alih-alih mencampakkannya

Miapa sampai pukul segini saya masih tahan memainkan jemari di atas keyboard laptop sementara biasanya tak dapat bertahan di antara barisan-barisan uraian farmakokinetik dan farmakodinamik dalam kurang lebih 500 lembar buku ijo Farmakologi UI
dan lagi-lagi masih di depan laptop
dan bukannya mulai beranjak mengerjakan buku kumpulan soal-soal yang secara turun menurun diberikan dari kakak kelas yang sudah dengan sukarela menyusunnya untuk mahasiswa rajin yang tentunya sebuah kerugian besar bisa berada di balik tumpukan sapu di rumah saya

Miapa saya sadar seratus persen apa yang sedang saya lakukan ini sangat amat tidak berbobot namun tetap senang mengerjakannya
dan bukannya mematikan koneksi axispro yang-katanya-unlimited 30 hari tapi berkuota 1,5 GB dari modem Huaiwei Etisalat milik saya tetapi malah terus saja ngoceh tak karuan di akun milik saya sendiri entah siapa yang akan peduli

Miapa dengan kebodohan saya ini saya masih bisa-bisanya berharap bisa lolos ujian OMG so tidak tahu diri saya ini oh Miapa
semoga saja masih ada harapan untuk saya ~~

Saturday, 27 October 2012

Life Learner

1. Be The Best, Be Your Self
Disaat kita menjadi bagian dari perubahan. Tidak bisa dipungkiri cemoohan dan ejekan akan datang dari seluruh penjuru mata angin. Bahkan dari arah yang paling tidak diharapkan. Tapi bukankah itu bertanda bahwa kita sedang maju ke depan? Tanda bahwa kita sedang terus berusaha mencapai tujuan. Walaupun tujuan yang ingin dicapai itu serasa hampir tak mungkin. Tapi bukankah kita harus meletakkan tujuan setinggi bintang di langit? Agar saat kita belum berhasil, setidak-tidaknya kita mampu bertahan sedikit di bawah tujuan itu. Sedikit di bawah bintang.

Thanks to: SC Cranialis Mbak Caca, Kadiv Limbik Dindit, Partner Limbik Mas Maman, All Limbik, Maba 2012 kelompok 10

2. Hardwork, Good Friends

Ini juga awalnya serasa tidak mungkin. Serasa berat karena berbagai hal. Satu hal, lakukan yang terbaik sesuai kapasitas. May Allah Do the Rest. Dan di saat-saat seperti inilah, sifat diri seseorang mampu terungkap. Siapa yang tulus membantu, siapa yang tidak. Siapa yang cepat bertindak, dan siapa yang sibuk berhitung.

Thanks to: Ketua Panitia Mbak Inda, Wakil Ketua Panitia Erly, All divisi acara, Teh Ghaida dan Suami

3. Ironic Pharmacologic
Ingat foto di atas? Setelah praktikum SSO, menggunakan usus kelinci, baru sadar bahwa setahun yang lalu, saya menulis kebahagiaan para kelinci bermain, tanpa mengetahui akhir cerita mereka. Disaat kusangka mereka akan terus bermain~~ Bukan tidak mungkin, kebahagiaan tersebut semu, dan berakhir di meja bedah ruang praktikum farmakologi, sama seperti yang kusaksikan beberapa minggu lalu. *sigh*. Yah. Mungkin mereka tetap bermain di taman surga.

Thursday, 11 October 2012

Romance




kue beras korea. danau angsa. gedung tinggi. matahari senja. angin semilir. hati bahagia.

Saturday, 22 September 2012

Datang, Resapi, Amalkan, dan Surga pun Akan Merindukanmu



Karena Kesuksesan Suatu Bangsa 
Berawal dari Kesuksesan Wanita Membangun Dirinya dan Keluarganya

Sunday, 16 September 2012

Best Wishes, for The Next Semester


안녕하세요
 
 5th semester telah dimulai



Fighting


Wish Me Luck

باسم الله الرحمن الرحيم


Saturday, 25 August 2012

Libur Lebaran















Taqobbalallahu Minna wa Minkum
Selamat Idul Fitri 1433 H
 Mohon Maaf Lahir Batin



My True Self Revealed





Your imagination is a wonderful asset, but don't just dream—be bold enough to take action and explore new things!


take the test

Thursday, 16 August 2012

Semester 4

Di tengah kuliah yang sedang mengantukkan

" Enak ya jadi Nia Ramadhani?"
" He? Mmm, emang kenapa?"
" Nggak usah kuliah, hidup terjamin"
" Eee --" iya sih"
" Masih ada nggak ya orang kaya yang mau sama aku?"
--"

" Kayaknya bisnis fotokopi menjanjikan yah"
" He?"
" Apalagi kalo lagi musim penelitian gini, hmmm, bikin yang murah, pasti untung gede"


Pikiran-pikiran liar itu datang dari teman saya yang bernama Alvira.
dan saya hanya bisa menanggapi dengan tatapan 'oookaay'

Apa sebabnya? Ya, bisa dibilang itu salah satu bentuk memfilsafati hidup ala mahasiswa semester 4. Mulai mikir: buat apa ya disini? Buat kerja? Kerja susah amat ya mesti sekolah susah begini? Jadi istri orang kaya ae mari. Jadi tukang fotokopi ae enak.

Huss pikiran liar yang salah ckckck

Sebenarnya, pressure pelajaran itu udah didapet sejak semester 1. Bedanya di semester ini ada 2 SKS yang amat sesuatu. Yaitu proposal penelitiaaan. Huaaa #prayforpenelitian. Itu lo yang bikin seorang mahasiswa gahol macam vira yang biasanya nggak begitu peduli dengan pelajaran yang 'sesuatu' (contohnya anat), jadi desperate banget. 

Tapi pelajaran lainnya, Parasit, Mikro, PK, semuanya enak. Dosennya buaik soro. Parasit yang terjadi konflik aja masih dimaafkan. Mikroku yang UP bisa dapet A. Apalagi kalo nggak atas kebaikan dosen? Yang paling keren, SP Mikro pun ada UPnya. Buaik sumpah. Pelajarannya juga menyenangkan. Praktikum dengan feces pertama kali. Menanam kuman, mewarnai kuman. Urin protein rebus. Seru. Apalagi, di tengah hecticnya kuliah, kita masih bisa seneng-seneng pas Dekan Cup, dan persiapan baksos. Ya, seru!!

Semester yang melelahkan sekaligus menyenangkan ini telah berakhir. Another semester akan datang.
Doakan aku ya! *emot menggebu-gebu*

 

Tuesday, 14 August 2012

Seonggok Daging yang Punya Nama


Gue jadi inget, gue pernah baca buku. Di buku itu ditulis bahwa manusia sebenarnya terbagi atas dua jenis,” Ian membuka pembicaraan.
“Apa aja?”
“Manusia internal dan Manusia eksternal,”
“Maksudnya?” Zafran melihat ke Ian sambil mengernyitkan keningnya.
Ian meneruskan, “Manusia eksternal adalah manusia yang selalu memandang sesuatu yang terjadi padanya sebagai akibat keadaan yang terjadi di luar dirinya. Manusia eksternal beranggapan bahwa semua keadaan atau segala kejadian yang menimpa dirinya itu disebabkan oleh keadaan eksternal di luar kendalinya. Kalo gampangnya, manusia yang selalu menyalahkan keadaan.”
“Jadi manusia eksternal selalu berpikir keadaan yang selalu mengontrol dirinya, bukan dirinya yang mengontrol keadaan.” Arial mencoba menyimpulkan.
“Betul Bapak Rambo.”
Zafran ikutan nyambung, “Contoh kecilnya kalo dia kalah main sepakbola yang disalahkan adalah lapangannya atau wasitnya.”
Genta juga ikutan, “Oh gue ada contoh lagi tuh. Ada atlet kita yang kalah di kejuaraan apa gitu gue lupa, tapi yang paling gue inget, dia bilang kalau kekalahannya itu gara-gara ibunya nggak ikut nonton pertandingan. Kalo gue bilang sih alasannya nggak masuk akal.”
Gue  setuju alasannya nggak masuk akal sama sekali kalah menang kan tergantung dia,” Ian mengacungkan jempolnya.
“Dia yang harus ngontrol keadaan, jangan mau kalah sama keadaan,” Dinda berujar pelan.
“Nah itu definisi manusia internal,” Ian melanjutkan penjelasannya.
“Oh, jadi...”
“Iya, manusia internal adalah manusia yang beranggapan bahwa dirinyalah yang harus mengatur keadaan, bukan dirinya yang diatur keadaan.”
“Manusia internal adalah manusia yang akan selalu melihat dahulu apa yang salah dalam dirinya, bukan lantas menyalahkan keadaan.”

Riani berteriak kecil, “Jadi, apa pun itu, cobaan, kekalahan, kegagalan, tidak akan menjadi sesuatu yang buruk. Tapi tergantung bagaimana kita bersikap, tergantung bagaimana kita menyikapinya.”
“Betul lagi...,” Ian mengacungkan jempolnya.
“Tapi sikap kan ada yang positif dan ada yang negatif, Ni?” tanya Zafran ke Riani.
“Iya, jadi mungkin contohnya begini. Misalnya kita lagi dapet cobaan, kegagalanlah yang gampang contohnya, kalo kita memilih bersikap negatif sama kegagalan kita akan menganggapnya sebagai sesuatu yang buruk, sesuatu yang menghalangi jalan kita. Kita seolah bikin tembok. Tapi, kalo kita bersikap positif sama kegagalan kita, kita akan menganggapnya sebagai suatu pelajaran yang amat berharga yang telah Tuhan berikan untuk kita. Kita ibarat bikin pintu ke jalan baru, bukannya tembok,”

“Iya, sesungguhnya setiap manusia memang diberi kebebasan memilih. Memilih di persimpangan-persimpangan kecil atau besar dalam sebuah ‘Big Master Plan’ yang telah diberikan Tuhan kepada kita semenjak lahir. Jadi semuanya ke masalah pilihan.” Mata Ian berbinar-binar.

“... Tuhan kan sayang banget sama kita, Dia akan terus memberikan hikmah-hikmahnya pada manusia setiap hari. Membuat kita terus belajar agar tidak menjadi sepotong daging yang punya nama yang hanya bisa jalan-jalan doang!!!

“Sesuatu yang pasti di dunia ini adalah ketidakpastian...”
“Dan Tuhan memelihara ketidakpastian itu kepada seluruh umat manusia agar manusia terus belajar, terus bermimpi, dan ujung-ujungnya kita akan kembali pada-Nya.”
“Kayak obrolan sok tau kita barusan,” Zafran tertawa sendiri.
“Sesuatu yang pasti di dunia ini adalah ketidakpastian, semuanya relatif.”
“Itu kan Einstein juga ya?” Ian menatap Genta.
Genta mengangguk...

“Apa pun, menjadi relatif kalo ada dimensi waktu.”
“Contohnya tadi, sesuatu bisa jadi salah atau bisa jadi bener tergantung kapan waktunya sesuatu itu diterapkan.”

“ Teori relativitas itu terjadi karena adanya waktu. Mungkin kalimatnya bisa dilanjutin  jadi satu-satunya yang pasti di dunia ini adalah ketidakpastian dan ketidakpastian itu adalah sifat utama dari sebuah waktu.”

“Kalo waktu nggak ada?”

Lo pasti mati tanggal segini, rezeki lo tuh segini, jodoh lo tuh si ini.”
“Berarti kita jadi nggak punya pilihan, nggak punya kebebasan memilih.”
“Bukan nggak punya kebebasan memilih.”
Lo bahkan nggak  akan pernah punya kebebasan sama sekali.”
“Dan?”
“Dan manusia nggak akan pernah punya yang namanya iman, cita-cita, keinginan, keyakinan, dan mimpi.”
“Karena semuanya sudah pasti.”
Lo nggak akan punya mimpi karena semuanya udah pasti.”

“Demi waktu...”
“Demi waktu...”
“Tapi gue yakin, pasti ada sesuatu yang pasti... yang nggak bisa ditawar, yang bahkan Albert Einstein nggak bisa jelasi.”
Semua anak manusia itu melihat ke langit biru di atas Ranu Kumbolo. Tersenyum satu sama lain.
“Iya, yang di atas sana itu satu yang pasti.”
“Tuh kan balik-baliknya pasti ke yang di atas sana.”
Angin yang membelai wajah mereka lembut menemani hati mereka yang berdoa mengucap syukur.
“Manusia yang nggak percaya sama Tuhan sama saja dengan manusia yang nggak punya mimpi. Cuma seonggok daging yang punya nama.”

5cm- Dhonny Dirgantoro
~penulis yang punya cara gaul buat ngejelasin teori-teori dan filosofi, keren 

Tuesday, 17 July 2012

Baksos 2012 :3

Enaknya bekerja di bidang sosial itu kayak gini teman. Pada awalnya, mau nggak mau harus susah. Istilahnya 'terpaksa'. Berkorban, wajib dilakukan. Waktu, tenaga, materi, pikiran, perasaan. Tanpa bisa mengelak dari semua itu. Tetapi hasil yang didapatkan, Subhanallah. Priceless. Kepuasan batin yang tidak terkira, membayar lunas semua keterpaksaan. Jerih payah yang dibangun selama beberapa waktu ini, tak disangka dapat menimbulkan kebahagiaan tersendiri. Dan pastinya janji Allah untuk memberikan balasan juga telah menanti diujung jalan. 

Bakti Sosial, sebuah acara besar yang menjadi penutup dari semua rangkaian acara angkatan di FK. Semua kepanitiaan angkatan mulai penyusunan diktat, MEDSPIN, bertujuan untuk mencari dana bagi acara ini. Sudah pasti persiapannya lama, dan berat. Awal mula aku memutuskan untuk berpartisipasi sebagai panitia, aku mulai berpikir ribet. --a.  Apa niatku sebenarnya, aku ingin bekerja pada bidang apa, apa yang ingin aku capai. Dan akhirnya aku memilih bergabung di divisi acara subdivisi kerohanian. Ternyataa keputusanku tepat sekali. Aku bertemu dengan banyak orang-orang baik dan hebat disana. Erwin, Erfin, Azmy, Anas, Oriq, Ikhsan, Fanani, Aziz, Isnul, Laili, Dayinta, Lastri, Aidah, Ninda, mereka semua mengajari aku banyak pelajaran hidup yang nggak bisa didapatkan dari tempat lain... Mereka semua keren dari hatinya.. *backsound: kamu cantik cantik dari hatimuu~

Perjuangan baksos di Pasuruan ini dipenuhi liku-liku. Terutama minggu-minggu terakhir. Bagiku, itu sangat stressful. (Walaupun aku terlihat santai, nggak juga seh) Apalagi kasubdiv ku, melimpahkan semua deritanya ke aku, yang notabene adalah sekretarisnya. Itu karena dia harus jadi panitia perintis, alias harus tinggal di tempat baksos selama seminggu sampai acara berlangsung untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Pada waktu-waktu seperti ini keterampilan berpikir simple, praktis, efektif dan efisien lah yang diperlukan. Dan aku berusaha belajar buat bisa berpikir kayak gitu. Tapi namanya juga baru belajar. Teman-temanlah yang banyak membantu berjalannya semua persiapan. Ketika H-1 tiba-tiba mas pemateri mengabari kalau beliau kecelakaan dan nggak bisa datang. Rasanya, syok. Sebagai person in charge aku takut banget. Dan aku nggak berani bilang kasubdiv apalagi kadiv (Kasubdiv sempat ngambek gara-gara masalah ini loo --v). Teman-temanku lah yang memberi kekuatan. Terutama temanku yang namanya Isnul, dia ini kuat sekali teman-teman, langsung sibuk mencari pengganti kesana kemari. Disini baru kepikiran, harusnya dari awal dipikirkan bagaimana solusinya kalau ada masalah kayak gini. Walaupun akhirnya masalah ini terpecahkan dengan tidak terduga, tapi tetap saja memberikan kejutan luar biasa.

Nggak berhenti sampe disitu, hari pertama, tanggal 16 Juli, tiba-tiba terjadi pergantian rencana. Jadwal yang udah tersusun tiba-tiba berubah. Rencana awal kegiatan hanya melibatkan 3 TPQ ternyata ada satu lagi TPQ yang bilang bisa. Kasubdiv baru bilang ke aku saat itu juga padahal dia udah tahu dari kemarin-kemarin (Aku sempet agak frustasi. Gimana nggak, kurang satu jam lagi baru nyusun materi). Tapi aku nggak menyesal, ternyata walaupun mendadak, TPQ keempat ini asyiiik banget. Anak-anaknya pintar-pintar, lucu-lucu, dan excited banget dengan kedatangan kita. Ampuh membuatku stay young naturally. Semangat banget ngajarin anak-anak kecil yang lucu itu tentang islam, rasanya, sekali mendayung dua tiga tujuan terlampaui. Pada hari kedua juga mereka seneng banget waktu diputerin film islami pake laptop dan LCD, (thanks to Divisi Perkap, Perkap Kerohanian Gurid dan Dhito, buat usaha kerasnya mendapatkan LCD untuk 4 TPQ dan Training Motivasinya), walaupun sempat mati lampu, untungnya cuma sebentar aja.

Hari ketiga, sibuk-sibuknya lomba buat TPQ. TPQ keempat letaknya paling jauh ke tempat lomba, mau nggak mau harus dijemput dari panitia. Masalahnya, waktunya tabrakan sama pengobatan gratis, mobil-mobil pada dipake. Disitulah aku bingung nyari transpor kesana kemari. Dengan bantuan salah satu anggota subdiv kerohanian yaitu Erfin, kita berhasil mendapatkan kunci mobil seorang teman yang bersedia meminjamkan, dan Alhamdulillahnya ada yang mau nyetirin, yaitu Mas Tedo. Sewaktu pulang, juga aku bingung nyari transpor lagi, untungnya kadiv transpor si Ari, bermurah hati meminjamkan mobil pick up buat nganterin 11 anak TPQ kembali ke rumahnya. Dan untungnya juga ada kadiv perkap, Faisal dan anggotanya, Vlad yang mau nyetirin dan nganterin. Anak-anak itu seneng banget lo naik pick up. Mereka teriak-teriak sepanjang perjalanan sambil gelantungan dan membuatku sedikit khawatir. Tapi bersyukuur banget bisa bikin mereka seneng. 

Waktu tabligh akbar juga. Keren banget acaranya. Walau perdebatan sengit terjadi hingga larut malam, buat nentuin siapa MCnya, apakah wakil gubernur jadi dateng, apakah perlu diadakan doorprize. Disini benar-benar diuji kesungguhan dan niat kita dalam mengadakan acara ini. Pasalnya, hari itu bertepatan dengan hari ziarah wali yang diadakan di desa itu. Otomatis orang desa yang sering ikut tabligh akbar pada pergi ziarah. Untuk menarik peminat, diusulkan diadakan doorprize dengan cara diundi. Undian memang haram, tapi itu udah jadi tradisi daerah situ. Anak-anak sempet galau. Sampe akhirnya, Azmy menyadarkan kita: Apa indikator keberhasilan kita? Peserta yang banyak? Apa artinya pesertanya banyak tapi niatnya untuk doorprize, bukan karena Allah? Menohok dan tepat sasaran. Akhirnya kita memutuskan untuk berikhtiar dengan jalan lain yaitu meningkatkan publikasi. Ternyata Allah bener-bener memudahkan berjalannya acara ini, yang dateng buanyak sampe konsumsinya kurang. Dan kereen banget temen-temenku ini. Nyiap-nyiapin perlengkapannya, panggungnya, kursinya, pengisi acaranya. Bahkan ada yang bilang, 'sugih yo kerohanian iki' maksudnya bisa ngundang kyai, grup sholawatan, banyak lah. Padahal ya banyak halang rintang dibalik itu.

Hari terakhir, walau bukan anak div medis, aku ikut-ikut jadi asisten on di khitanan massal. Pengalaman baru yang tak terlupakan. Apalagi karena terjadi insiden. Sebelum ada yang dikhitan, aku udah menjadi korban. Pertumpahan darah pertama, malah darahku sendiri. Gara-gara nggak hati-hati waktu mbuka ampul, tanganku berdarah netes-netes. Untung ada  Teguh, Mbak Fariztah, dan juga Peni, mereka mbantuin aku merawat luka ini, juga Devy + Jatu yang udah ngasih plester gambar princess :3 menghibur jiwa kanak-kanak dalam diriku. Lukanya lumayan dalem juga, kayak keiris pisau. Pasti aku udah seneng banget kalo lagi nggak dalam kondisi kayak gini (fyi, saya suka berdarah-darah). Tapi berhubung suasana genting jadi agak panik. Udah ronde pertama, anak yang dikhitan heboh banget (sampe harus kupegangi bareng Putu, Nico, dokternya, dan bapaknya si anak), aku belum sarapan dan juga hari pertama dapet. Sedikit kagum pada diriku kok nggak pingsan. Hahaha. 

Alhamdulillah, Makasih banget buat semuanya. Buat Allah yang Maha Bijaksana, memberikan masalah dengan solusi yang indah dan kode rahasia yang manis banget. Teman-teman yang membuat baksos ini jadi bermakna, dan berkesan. Yang sudah membantu aku. Yang sudah memberi pelajaran berharga buat aku. Yang peduli sama aku :') ~drestha, mima, lana, vira, mbak inda, peni, mbak manda
Good Job Amatasid.
13-16 Juli 2012.

Wednesday, 11 July 2012

Sabda Rasul

Berpikir positif, itu yang paling dibutuhkan saat ini.
Masalah yang datang silih berganti
Klimaks
Bertumpuk-tumpuk 
Lama-lama jadi, "yasudahlah"

Semua perjuangan yang telah dilalui, Semoga Allah Meridhoi.
Semua kekhilafan dalam proses ini, Semoga Allah Mengampuni.
Semoga niat dalam hati tetap tulus, lurus, mengantarkan menuju kebarokahan.
Semoga manfaat yang didapatkan. Semoga kelancaran yang menyertakan. 

Terus bekerja, terus berusaha, tetap semangat.

Sabda Rasul:

 "Barang siapa pada malam hari merasakan kelelahan karena bekerja pada siang hari,maka pada malam itu ia diampuni Allah"(Hadits Riwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Asakir)

H-3, fighting!

Friday, 29 June 2012

Move On

Honesty. Berada pada setiap lembar buku pendidikan kewarganegaraan. Dicontohkan dengan benar oleh Budi, dan diberi pula contoh figur yang salah yaitu Badu. Sangat jelas. Dijawab dengan benar di setiap soal pilihan ganda yang diberikan. Ditulis dengan indah dalam uraian soal mencongak. Di presentasikan dengan lihai pada paparan makalah filsafat. Disuarakan dengan lantang dengan megaphone di tangan. Dikritik dengan pedas melalui social media.
Sampai saatnya praktik kehidupan yang sesungguhnya, lupa.

Justice. Kata keramat dipuja puja orang. Sebenarnya, eksistensinya oleh makhluk di dunia ini dijadikan nihil. Hakikatnya hanya disebut-sebut saja, tidak dipahami. Tidak didalami.

Ketahuilah. Manusia asing di dunia. Selamanya asing. Disini manusia bisa tertipu oleh apapun yang memiripkan diri dengan keabadian. Aksiologi kehidupan, menjadi tanda tanya besar dalam diri insan-insan yang terjebak dalam lika-liku ego dan emosi. Seakan-akan penyadaran akan fungsi moral dan pergeseran nilai hanya isu semata, tidak untuk introspeksi, apalagi merubah realita ini. Mencari-cari pembenaran, ya itu juga yang kelak akan dilakukan. Sayangnya disana nanti tidak akan ada yang bisa membantah keadilan. Penyesalan lah yang akan terbit.

Karena kesempatan hanya datang satu kali, maka penyesalan adalah rasa sakit yang paling pedih.

Kesabaran dan rasa syukur. Ya, mungkin itu kuncinya. Bisa hidup dalam keyakinan yang benar adalah anugerah yang tak akan terganti dengan apapun. Pasti ada misteri. Pasti ada hikmah. Pasti ada sesuatu pesan. Pasti ada kode rahasia. Dari Allah, buat kita semua.


sudah waktunya move on, ayo semangat.

Wednesday, 13 June 2012

Brain to Brain

Sadar
Di atas langit masih ada langit.
Merasa diri ini paling merana, tidak sadar di luar sana banyak yang lebih merana.

Reaksi. Putar balik fakta, tidak mau disalahkan.
Yaa itu suatu mekanisme pembelaan ego.
Wajar wajar saja

Tapi sekali lagi sadar
Ini nggak ada apa-apanya
Bagi orang terpilih
Ini nggak ada apa-apanya

Nggak pengen jadi orang terpilih kok

Lagi-lagi mengelak
Kalau selalu pesimis menghadapi dunia, kenapa sekarang masih bersantai? Perbanyak bekal buat ke akhirat!

Ugh. Dzzubs.




Saturday, 26 May 2012

Nyatanya

Sebenarnya aku itu jahat
Benar
Kalau ada yang bilang aku jahat
Berarti jelas
Ia telah menemukan kebenaran

Thursday, 24 May 2012

Kisah Manusia Pertama

Allah telah berfirman kepada para malaikat, "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi" 

Kalau begitu, maka Adam diciptakan untuk bumi ini sejak semula.

Maka untuk apakah gerangan pohon yang terlarang itu? Untuk apa Adam diuji? Dan, untuk apa peristiwa penurunannya ke bumi kalau memang sejak semula ia diciptakan untuk bumi ini?

Kisah pohon atau buah terlarang, bisikan setan dengan kenikmatan, kelupaan terhadap janji dengan melakukan pelanggaran, bangkit kembali setelah tidak sadar, menyesal, dan memohon ampunan; semua itu merupakan pengalaman hidup manusia yang senantiasa terjadi berulang-ulang.

Kasih sayang Allah menghendaki agar makhluk (manusia) ini turun ke tempat kekhalifahannya, dibekali dengan pengalaman-pengalaman yang akan dijumpainya sepanjang hidupnya, sebagai persiapan menghadapi perang yang abadi sekaligus sebagai nasihat dan peringatan.


Tafsir Fi Zhilalil Qur'an Jilid I- Sayyid Quthb
~satu pertanyaan terjawab

Saturday, 19 May 2012

This Is Me Praying Now

This was the very first page
Not where the storyline ends
My thoughts will echo your name
Until I see you again
These are the words I held back
As I was leaving too soon
I was enchanted to meet you

Please don't be in love with someone else
Please don't have somebody waiting on you
 
mau berapa kali didengerin juga masih menyenangkan :D
Go tante Taylor!

Thursday, 17 May 2012

Lessons

Beberapa hari belakangan ini, hectic sekaliiiii
Perasaan hati campur aduk, mood naik turun, roda kehidupan berputar cepat, oh dunia ini
Dimulai dari pengumuman liga medika, berbagai kontroversi sehubungan dengan PBL, bertepatan dengan UTS triple attack, benar-benar menguji iman, jiwa, raga. Beneran. Orang-orang di sekitarku aja ikut kena aura negatifnya. Konstipasi dan diare yang bergantian, badan panas, membuktikan bahwa stress = immunocompromized.
Klimaksnya, survei modul kedokteran tropis. Masya Allah.
Survei ini, 'keren' sekali sodara-sodara.
Sabtu pagi saya berjalan menuju suatu rumah, di suatu tempat yang asing, dan diharapkan mengambil sputum dari sang empunya rumah. Jangankan sputum, orangnya aja nggak ada.
Selain minta sputum, aku juga wajib dateng ke rumah orang itu sebanyak tiga kali dalam seminggu. Jangankan tiga kali, sekali dateng aja cuma disambut pager terkunci rapat.
Senin Selasa mau ke Jakarta padahal.
Nggak dapet pasien berarti nasib nggak jelas.
Berakhir dengan merenungi nasib di pojokan puskesmas, "Ya Allah aku tahu Engkau Tahu yang terbaik, tapi tolong jelaskan Ya Allah, aku terlalu bodoh buat mengerti kenapa Engkau memberiku ujian-ujian semacam ini." *melankol*
Kalo udah kayak gitu, semua teori mengenai nasib, keberuntungan, takdir, kembali berputar-putar di otakku. Semua tanda tanya cuma didahului kata mengapa atau kenapa.
Lalu semua itu langsung dijawab sama Allah. Langsung. Petugas puskesmas langsung ngasih aku pengganti pasien (yang nggak ada di rumah tadi itu) dengan pasien yang rumahnya di Kedung Tarukan. Iya Kedung Tarukan. Hanya beberapa langkah dari kampus. Dan pasiennya bakalan pergi keluar kota Sabtu malem sampe hari Selasa. Klop banget sama jadwalku malahan. Rumahnya deket rumah temen sekelompokku lagi. Orangnya baik banget pula.
Berburuk sangka kepada Allah itu tak ada gunanya. Hasilnya kecele berat. 

Berlanjut dengan liga medika.
Saya ke Jakarta teman-teman. Salah, Gueh ke Jakarta.
Oke, silakan muntah.
Bukti otentik gue pernah ke FK UI
 Disana itu, rasanya kayak melarikan diri dari kenyataan hidup. Meninggalkan laporan survei, penelitian, pelajaran, menyenangkan. Walau sebenernya, ada suatu pelajaran kehidupan yang  gue dapatkan: mau kemanapun kamu pergi, entah ke ujung dunia, meninggalkan semua kenyataan hidupmu, tetep aja masalah akan mengikutimu. Di Jakarta kehidupan gue nggak mulus-mulus aja ternyata. Banyak cobaan hidup juga. Dan tetep, cuma Allah yang somehow bisa membuat semua kegelisahan itu nggak membabi buta. Gue bisa tenang, aman, damai, dan ikhlas. Ketawa ngakak gara-gara tragedi termosnya Ricardo+Yogi. Foto-foto di bangunan tua stovia, mengelilingi sudut-sudutnya bareng Mbak Nia (Makasih Mbak Niaaa). Menikmati malam di ibukota, dengan menggila bersama partner gue, Pipi, ketua kelas abadi Acce5s, Evede, yang ngeksis banget jadi MC andalan FKUI, LO kami, Harris, Geng USU (Universitas Sumatra Utara): Anita, Dhila, Rini, dengan LOnya Kak Sheli, dan kami sukses foto-foto dengan ndesonya di Grand Indonesia. Dilanjutkan dengan menginap di hotel, sekamar bareng Winda dari UWK, Vindy, dan Emily dari Atma Jaya. Mereka semua benar-benar menghibur. :) Think positive makes you positive. 

dari kanan ke kiri: alvi, pipi, anita, dhila, rini, kak sheli

Balik ke dunia nyata. Stop sok Jakarte.

Aku dateng ke Surabaya udah disambut tuntutan buat ketemu dombing 1, rapat redaksi Post Campus, dan ketinggalan 4 atau lebih bab PK, 3 bab mikro, 2 bab parasit. Oh My God.
Tapi, still nggak ada yang bisa nggantiin betapa berharganya sebuah pengalaman. Inget petuah sang tetua, untuk mendapatkan sesuatu, kita nggak boleh menyesal atas suatu hal lain yang harus dikorbankan.
Itu. Kadang beberapa pesan kebaikan yang ingin disampaikan Allah kepada kita, disampaikan lewat ucapan orang lain. Dan pesan-pesan itu, mungkin juga bentuk dari penjelasan Allah buat aku. Butuh lebih banyak mikir aja buat memecahkan rahasia Illahi ini. Mungkin begitu ya.

Pelajaran lainnya adalah, nggak ada satu makhluk pun di dunia ini yang bisa membantu dirimu, selain dirimu sendiri. Even orang tuamu, pacarmu, sahabatmu, temenmu, tetanggamu, apalagi orang yang nggak ada hubungannya sama kamu. Sama banget kayak Firman Allah, Allah nggak akan Merubah nasib suatu kaum, sebelum dia merubah nasibnya sendiri. Disaat kita mau membantu diri kita sendiri, tidak bergantung pada siapapun, disanalah Allah akan selalu ada, membantu baik disaat yang kita duga maupun tidak. Kesabaran, adalah soal pendewasaan. Nggak semua orang di dunia bisa mengikuti maumu. Nggak semua orang di dunia senormal dirimu. Apapun definisi normal yang kamu gunakan. Semua itu nggak bisa cuma dipelajari lewat kata-kata, motivasi, maupun jalan emas (hehe), tapi kamu harus mengalaminya sendiri. Ya, mungkin begitu.

Aku harus mengalaminya sebelum mengerti.  
Okay, wish me luck, then. 

Saturday, 28 April 2012

Spirit Injection!

Miss X. 18 years old
Anamnesis:
Headache- every time she reads lecture textbook
Malaise
Less fatigue
Diarrhea – especially before exam
Febris
Laziness in doing everything
Daydreaming and thinking: What should I do?

Physical examinations:
Vital sign
BP slightly high, heartbeat fast
Thorax abdomen normal
Everything normal

Diagnosis:
Under pressure disease

Therapy:
Spirit Injection-intravenous

 This spirit injection, comes from many stories. From fiction, to factual. From film, to self experience. Spirit, somehow is very contagious, among everyone, who could energize their soul, inspire every body arround. Through their ability, sincerity to teach, and through themself, that could be the role model.

 My teacher, from my last visit to Soetomo hospital. Internist, smart, energetic, cool. She could bring that spirit. She proved that the theory in our skill lab books was not only formality. She did introduce herself, to every patient she faced. Explained all she was going to do, showed her simpathy. The real relation between doctor and patient. Because most of the patients are suffered heavy ill, plus their financial condition and phsycologically under pressure, the doctor should treat them well, with their pure heart, so they can touch the patients heart. Think all the best for them, the best treatment, the best that could match their financial condition. Awesome. Looking at the patient’s face that was so thankful to her. Cool.

Thank God. Many diseases that I previously found them only on book, yesterday I look at them myself. Hepatoma, chronic kidney disease, chronic myelositic leukemia, I realize that those diseases are really happen in real life. I realize that all that I learnt, even the subjects are so many, even it is very hard to understand, hard to memorize, would be worthy someday, to help someone.   

Friday, 24 February 2012

Someday...


Some day my prince will come
Some day we'll meet again
And away to his castle we'll go
To be happy forever I know

Some day when spring is here
We'll find our love anew
And the birds will sing
And wedding bells will ring
Some day when my dreams come true

Wednesday, 22 February 2012

Kepribadian Ganda

Iseng nyoba ikut tes kepribadian lagi di sini. Melihat apakah kepribadian saya berubah. Hasilnya:


Sebenarnya tidak banyak berubah. --" emang bisa berubah ya?
Dulu waktu ikut suatu pelatihan, trainer pernah njelasin empat macam kepribadian ini. Katanya, ada pribadi yang bertolak belakang, Koleris lawannya Phlegmatis, Sanguinis lawannya Melankolis. Koleris dengan kepemimpinannya, Phlegmatis dengan cinta damainya, Sanguinis yang rame, dan Melankolis yang melankol. Oke. Justru itu yang membuat orang-orang dengan kepribadian yang bertolak belakang ini cocok, mereka saling melengkapi.

Itu kata sang trainer.

Namun, setelah saya pikir-pikir, ternyata kepribadian saya dominan di dua hal yang bertolak belakang. Pas saya baca lagi di deskripsinya:
Sebenernya aku merasa banyak yang sesuai dengan diri saya. Tapi ya itu, banyak sifat-sifat yang bertolak belakang, dan menurut teori kepribadian ini, dua-duanya ada di saya.

Kalo berdasarkan tabel-tabel di atas, berarti pribadi saya:  
Kadang hemat, kadang boros. Kadang perfeksionis, kadang kacau balau. Kadang mudah berteman, kadang sulit bersosialisasi. Kadang mau mendengarkan, kadang susah mendengarkan dengan tuntas. Kadang berhati tulus, kadang mengingat yang negatif dan pendendam. 

Sepertinya saya berkepribadian ganda. Hati-hati dengan saya.

Kalau begitu, mungkin cuma satu yang paling sesuai. Saya Mudah Berubah.

Tuesday, 21 February 2012

Maze

Langkah kaki bergema di ruang kosong, perlahan menyusuri gelap. Dinding beraneka bentuk seakan menutup semua jalan keluar, mengurung siapapun yang mencoba bebas, memupuskan harapan.

Tembok besi. Kuat, kokoh, dingin seperti es. Tak mungkin ditembus. Sepertinya tak mungkin di tembus. Mengejek setiap ayunan kaki, dan gerakan mulut saat mengeja dunia. Merubah kondisi setiap saat menjadi kesulitan, tantangan. Merubah kenyamanan hidup. Coba mengetuk-ngetuk, mencari celah. Tapi, bahkan partikel cahaya tidak dapat menemukan lubang kecil untuk meneruskan sinarnya.

Cari jalan lain.

Memutar, melewati ratusan lorong sempit, hingga akhirnya barisan besi itu berakhir, muncul lah barisan dinding tanah liat. Sejenak mengira-ngira, lalu mencoba mendobrak. Tak bisa. Walau empuk, dia lebih kuat dari kelihatannya. Asal kita. Dia melindungi dari rasa sakit, tapi tetap saja tak tertembus. Mencari air untuk melunakkannya tak akan banyak gunanya, bekal pun tak ada.

Berlari dan terus berlari.

Barrier tanaman rambat. Kelihatannya lebih mudah. Namun, ia dari dalam jiwa, berisi duri ketakutan akan diri sendiri, dan ketakutan melukai orang lain. Getah meleleh-leleh, tak ada niatan untuk menghapusnya, sesungguhnya ia membuat lengket saja. Sulur-sulur kuat mencengkram batang, keinginan untuk bersuara. Namun rasa aman yang pasti membuat menutup diri terasa lebih baik. Bunga mawar putih, hitam. Mana yang akan menjadi tuntunan, hati nurani atau godaan setan?

Frustasi. Bertahun-tahun terkungkung. Sesekali sinar muncul di sana sini, tak ada bedanya dengan fatamorgana di siang hari. Sinar itu tidak jelas, kontinu tapi sukar dipahami. Sukar, sebenarnya ada jalan keluar. Entahlah, manusia banyak tersesat di labirin buatannya sendiri.

Saturday, 11 February 2012

Sudah Tua

Saya, sudah semakin menua, *tarik ingus, usap air mata* yeeeek

Pertama-tama saya hendak mengucap syukur pada Allah SWT. Yang masih mengizinkan saya hidup hingga saat ini, semoga menjadi manusia yang lebih baik tiap detiknya. Bisa terus berada dalam ridho Allah. Amin.
Yang kedua, terima kasih pada orang tua saya, adek saya, dan keluarga-keluarga saya yang selama ini tabah menghadapi saya. :*

Jam duabelas malem kemarin, aku lagi tidur. Tiba-tiba, gubrak, pintu kamarku dibuka secara terburu-buru, lalu mencungul sosok adek yang setengah berlari naik ke kasurku. Setengah sadar aku nyuruh adek tidur sama aku, kayaknya dia takut.
Paginya aku tanya kenapa dia malem banget tidurnya, jadinya takut kan. Tapi dia nggak jawab. Pas pagi-paginya aku buka blognya, aku baru tau, ternyata, dia bela-belain melek sampe tengah malem buat posting ini

bahwa embak adalah kakak yang menyebalkan, seperti mayoritas kakak kakak lainnya di seluruh permukaan bumi. tapi embak juga kakak yang menyenangkan, karena tanpa embak maka aku tidak akan menjadi seperti ini.
adekku juga adek yang menyebalkan, seperti mayoritas adek adek lainnya di seluruh jagad raya
tapi adekku unyu unyu :3

Yang ketiga, terima kasih pada teman-teman saya yang selama ini mau berteman dengan saya. Yang mau bersusah-susah memberi kebaikan kepada saya, di hari saya menjadi lebih tua.

Jam setengah enam, Hela sms saya mengucapkan selamat.

Jam delapan pagi, eba, bibo, mbc sudah sampai di rumah saya yang ada di pucuk terpencil ini. Harusnya hela juga ikut, Helaaaa, seandainya kamu ada di sini hel... :'( tapi apa daya, dia kan lagi menuntut ilmu bagi kemajuan bangsa, jadi kami ikhlaskan dia berjuang di Bandung... Semangat hela!

Sebenernya saya sedikit tahu mereka mau ngasih kado apa, haha, soalnya eba udah pernah bilang ke aku. Kita ini, sudah terlalu gamblang dalam segala hal.

Ini dia kadonya...

Mereka juga bawa kue yang enak bang bang. :9
Inilah, sahabat-sahabat saya, dalam suka dan duka. Dari SMP sampai selamanya, insya Allah, Amin... Melankol.

Makasih ya teman, kadonya sudah menyelamatkan saya dari omelan mama yang menyuruh saya menjadi seperti ibu-ibu. You know me so well.
Dan ucapannya, bagus sekali
Semoga umurnya barokah, ilmunya bermanfaat, bisa jadi orang yang baik dan bermanfaat, bahagia dunia dan akhirat. AMIN. Oh iya, tambah sayang sama BIBO, HELA, YULL, & EBA
Kabulkanlah Ya Allah.
Dan pastinya, saya tambah sayang sama BIBO, HELA, YULL, EBA :*

Jam sembilan. Teman SD saya juga datang ke rumah loo, membawa ini

Nggak tega ngeliat mukanya bebek ini, kayak Psyduck. Hehe. Makasih ya teman, bebeknya lucu.

Jam sebelas. Ada pak pos datang. Biasanya, mau ada pak pos, pak satpam, pak PLN, pak PDAM, pak bank Niaga, nggak akan ada yang aku bukain pintu. Tapi karena udah pake kerudung, dan banyak teman-teman, akhirnya saya keluar, dan saya kaget. Ternyata ada kiriman pos, buat saya. Kirimannya kotak guede gitu. Sempat berpikiran bahwa itu adalah bom. Atau kiriman gelap. Lalu saya lihat pengirimnya.

Etha Jl Arif Rahman Hakim 145

Teman saya yang bernama Etha cuma satu dan dia nggak tinggal di jalan arif rahman hakim.Tapi tulisan tangan nama sama alamat itu kok rasanya familiar.
Dengan curiga saya buka kotak besar itu,
ternyata, isinya kado dari teman-teman kuliah saya. Mbak Inda, Drestha, Vira, Lana, Mima, Pipi. Dan ternyata Etha itu Drestha, dan alamatnya adalah rumahnya Vira.

Aargh...Rasanya suebel banget sama mereka! Kok bisa aku dikerjain. Dari pagi aku udah agak sedih mereka nggak ngucapin selamat apa gimana. Ternyata!
Rencana mereka rapi banget, aku sama sekali nggak nyangka.


Kadonya, mon chi chi buat nemenin si gendut, sama ada foto behind the scene nya. Sumpah nggak nyangka. Makasih banyak teman teman :*


Berpikir. Orang-orang pada baik banget sama aku. Pantaskah aku menerimanya?

Terima kasih Ya Allah.
Semoga saya tidak tergolong manusia yang kufur akan nikmatMu.

Friday, 3 February 2012

Cukuplah Allah Bagiku

Allah Telah Berfirman:
Ia tidak akan menimpakan suatu cobaan kepada hambaNya melebihi kesanggupannya.

Ia telah Mendeklarasikan bahwa:
Sesungguhnya Ia itu dekat, dan Ia mendengar doa-doa hambaNya

dan Allah pun telah berjanji bahwa:
Sesungguhnya, setelah kesusahan ada kemudahan. Maka sesungguhnya, setelah kesusahan ada kemudahan.

Semua firman Allah pasti benar, dan Janji Allah pasti ditepati.
Sebagai bukti, semua itu telah terpatri dalam kitab, kalam Allah yang terus Ia jaga keaslian dan isinya, dari zaman Nabi Muhammad hingga kini, dan hingga nanti saat dunia hancur berkeping-keping.

Dari keyakinan itu, maka mulai sekarang, janganlah bersedih,
"Cukuplah Allah bagimu"


Bersabarlah wahai manusia, Allah selalu bersama orang yang sabar.

Allah adalah Zat Yang Maha Adil. Jauh lebih adil dibandingkan manusia yang paling adil, apalagi dibandingkan dengan manusia yang sewenang-wenang dalam menggunakan haknya dalam menegakkan keadilan. Di hari akhir nanti, tidak akan ada manusia yang bisa membantah keadilan Allah. Di hari akhir nanti segala ketidak adilan hari ini akan terbongkar dan dibalikkan menjadi bumerang bagi pelanggar ketentuan Allah.

Tenanglah wahai manusia, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Tidak ada satupun daun yang jatuh tanpa sepengetahuanNya, tidak ada satupun bayi semut yang lahir tanpa sepengetahuanNya, apalagi kejadian cobaan yang terjadi padamu, Allah pasti Tahu.
Dan Allah pasti punya rencana rahasia bagi mereka yang menerima cobaan dengan ikhlas dan berserah. Tak perlu pedulikan orang-orang yang menatapmu penuh curiga, mereka tidak tahu, tak perlu pedulikan omongan pedas orang-orang yang membuat telingamu panas, mereka tidak tahu. Cukuplah bahwa Allah mengetahui apa yang terjadi dalam hidupmu, dan cukuplah Allah tahu bahwa dirimu telah berusaha sekuat tenaga menghadapinya, bertaubat dan bertawakkal pada Nya. Cukuplah bahwa Allah sudah memaafkanmu.

Tak perlu bergantung pada manusia. Cukuplah Allah bagi kita semua.

Monday, 30 January 2012

Prince of Tennis

Habis dikasih filmnya Prince of Tennis Live Action dari sepuh mbak inda, aku langsung liat.


Keren bets......
Ya, walaupun nggak masuk akal, tapi aku suka-suka aja sama jenis film olahraga yang pake jurus-jurus tertentu dan gerakan-gerakan abnormal. Semacam Kapten Tsubasa, atau Hot Shot.

Film ini rilis tahun 2006, sebenernya udah pernah di rekomendasikan oleh seorang teman, tapi baru dapet sekarang. Hehe. Yang aku suka dari film ini, aktor-aktornya nggak cuma ganteng, tapi juga punya skill main tennis yang keren. Habis gitu, mirip lagi kayak yang di komiknya. Pasti casting nya susah deh. *sok tau

Ini nih pemeran utamanya, Echizen Ryoma.


Ganteng yaa. :3 Nama aslinya Kanata Hongo, dan setelah dilihat-lihat dia itu mirip kayak seseorang yang aku kenal di kehidupan nyata. Coba liat lagi deh fotonya.



Semakin dilihat, semakin mirip sama kakak kelas saya dulu waktu SMA. Mungkin kalian mikir, beruntung banget ya, di sekolah saya ada orang ganteng kayak gitu. Pasti banyak cewek yang suka. 

Iya emang sih, ada beberapa cewek yang terpesona sama dia *uhuk, tapi mereka nggak mungkin nyoba-nyoba ndeketin dia.

Kenapa?
Karenaaa, dia itu cewek juga.


Wednesday, 25 January 2012

Looking for: Peace

pause

think. feel. come up to --- self anxiety
huge anxiety about life, main goal, responsibility, idea of wasting time, strategy, somebody to trust, decision making, laziness, doubt, achievement, how to be useful enough, then leave in peace.

apa yang harus kulakukan ketika saatnya tiba dan aku belum dapat melakukan apapun?
jika kesempatan itu datang, apakah pertimbangan mengenai kapabilitas diri dapat dikesampingkan? Itu bisa jadi dua keputusan yang egois. Yang mana yang egois? 
bolehkah aku berbelok, diam, berhenti?

God, would You please Guide me with the easiest way I could understand?

Sunday, 22 January 2012

Sembari Menunggu Teman-Teman Sholat

Kemarin, siang hari, saya sedang 'nggak tau mau ngapain sambil nunggu temen saya sholat'. Saya hanya diam dan ngelamun saja.

Lalu ada ibu-ibu, duduk di depan mushola bareng sama saya, bawa piring dan makanan. Si ibu makan di situ.

Mencium bau makanan, segera muncul penghuni lain dari mushola, yaitu si mak kucing (dia punya tiga anak, masih kuecil-kecil, dan tinggal di dalam kardus). Mak kucing meong-meong, pasti laper. Tapi dia sok cool gitu, dia cuma muter-muter di sekitar Ibu yang lagi makan, lalu dengan santainya duduk di sebelahnya.

mak kucing, di sebelahnya ada ibu-ibu yang lagi makan, tapi sengaja gak difoto karena menjaga asas confidentiality

Lihai banget, si Ibu langsung terganggu, dan mengusirnya. Tapi, alih-alih mengeong, merengek dan merajuk, dia malah pindah duduk lebih deket ke Ibu itu. Aku tahu perasaan sang Ibu, mau makan aja mesti digangguin kucing, tapi pasti dia kasian juga sama si mak kucing. Mana tiba-tiba, kayak orkestra, menyembul kepala tiga anak kucing dari balik kardus, dia meong-meong bebarengan kayak suara satu, dua, dan tiga. Semakin membuat nuansa makan siang si Ibu menjadi larut dalam rasa iba.  

tiga anak kucing, fotografer gak berani mendekat karena menjaga asas nonmaleficience bagi diri sendiri
Langsung kepikiran. Kasian banget ya jadi hewan. Bisa dibilang, kehidupan mereka tergantung sama manusia. Mesti minta makan sama manusia juga. Ya, mereka bisa cari makan sendiri, tapi akhir-akhir ini manusia kan suka nggak peduli ekosistem mereka, jadi ya, mereka nggak bisa cari makan secara alamiah. Jadi, kalo mereka minta makan ke manusia, nggeriwuki manusia, mungkin juga karena manusia udah ngehabisin makanan mereka juga. Mungkin.

QS 2: 30. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." 

Semoga manusia cepat sadar dan kembali ke jalan yang benar. Jadi para hewan bisa ikut hidup di bumi dengan tenang.

Friday, 20 January 2012

Semester 3

Alhamdulillah yah, semester 3 hampir berakhir... Hampir, masih ada satu pengumuman yang aku tunggu-tunggu sampe kebawa mimpi T.T
Sebenernya pengumuman ini udah di tempel di papan subprogram, tapi berhubung lokasi rumah saya yang sangat terisolasi dari dunia luar, saya belum lihat hasilnya. Semoga hasilnya yang terbaik... Amin. #prayforbiokim

Dan, sembari menunggu kepastian, saya menggeje di rumah. Mata ini sampe sakit karna mantengin laptop tiap hari, mencari kesibukan. Sok sibuk. Oke.

Liburan ini, mindset saya sedikit berubah dari liburan-liburan sebelumnya. Kali ini, saya kepingin sedikit mengesampingkan pelajaran, saya belum tertarik mempelajari materi semester 4, nggak seperti tahun-tahun sebelumnya dimana saya langsung cari-cari pinjeman buku kakak kelas, ribut nyicil semester berikutnya, dll. Survey membuktikan, hal itu hanya sedikit saja memberi dampak, toh pas udah kuliah beneran, akunya udah lupa. -- jadi, sekarang aku mau memanfaatkan liburan semaksimal mungkin, guaya toh. hal ini dilakukan juga dalam rangka meminimalisasi keinginan yang aneh-aneh saat perkuliahan masih berjalan, seperti pingin jalan-jalan kemana lah, nonton apa lah, main apa. Sekaranglah main yang sesungguhnya... Hahaha tawa membahana.

Hmm, flashback di awal semester ini, kata kakak kelas, 'ah semester 3 gampang dek, santai banget' dan aku langsung bersorak, horeee. Begitu dijalani, 'kakak kelas membuaaal'. Mana santainya? huuuuuh

Kayaknya ini semester jebakan. Hanya yang kuat iman yang mampu bertahan. Dan saya sudah menyimpulkan, bahwa semester 3 adalah fase penuh godaan. Dari hasil studi observasional dan studi eksperimental (alias aku juga ngalamin sendiri), di semester ini terjadi banyak anomali. Nilai-nilai tidak dapat diprediksi. Kalo ada fenomena 'Wih, tumben dia dapet nilai bagus' atau 'Nggak mungkin si dia nilainya cuma segini', itu sudah menjadi hal yang lumrah.

Pada awalnya, semua anak jadi rajin banget. Mau yang model kayak gimana juga, pasti semua belajar. Tapi, kegiatan nya banyak banget. Kita untuk pertama kalinya jadi kakak kelas, dan mesti ngurusin hal-hal yang perlu diurus selain kuliah. Rasanya kuliah ini jadi bosenin banget, nggak yang rajin nggak yang males, semua udah mulai terserang virus kejenuhan.

Walaupun mata kuliah faal sama biokim itu sebenarnya asyik, tapi banyak orang exhausted kalo kena mereka, mereka itu subject yang serigala berbulu domba, macan berbulu ayam, buaya berbentuk cicak, kelihatannya mudeng tapi kok nganuuuuuu. Dan, seperti yang udah aku bilang tadi, hanya mahasiswa yang kuat iman yang nggak tumbang diterjang badai ini. Apalagi, dosen masa kini kreatif banget, soal-soal dibuat bervariasi seperti varian es krim. Tiba-tiba ada rasa durian, rasa permen karet, rasa wijen hitam, lama-lama kita juga nggak kaget kalo ada rasa beras kencur atau rasa bunga sedap malam. PBL modul I aja, ada tiga macam ujian yang harus kita lalui, ujian tulis biasa, ujian praktek pake manekin, dan ujian game.
Ujian game itu, sesuatu.


Bagaimana dengan saya? Saya berharap saya bisa lebih baik di semester selanjutnya. Sejujurnya, di semester ini saya kurang kuat iman, hehe, jadinya mungkin hasilnya kurang maksimal. Semoga bisa membulatkan tekad untuk terus bersemangat dalam menjalani liku-liku kehidupan ini...


Fighting!