Sunday, 6 July 2014

Time Flies

Sebenarnya waktu tidak terbang juga sih, terasa kok perpindahan waktunya. Hanya saja otak ini segera lupa dengan detik yang terlewatkan, hanya menjadi working memory saja. Sehingga seakan-akan tidak terasa. Haha, sok berteori saya.

Anyway lama sekali saya tidak menulis sesuatu. Ada banyak hal yang bisa dituliskan namun apa daya banyak faktor yang menahan keluarnya kata-kata, termasuk kemalasan yang melanda.

Setelah melewati semester 7, yudisium, dan akhirnya wisuda, saya kini telah bisa menambah gelar setelah nama saya. Tapi yaa gelar hanyalah gelar. Saya tak mampu berbuat apa-apa dengan hal itu. Ilmu pun masih seujung kuku. S.Ked, hanyalah gelar semu yang akan saya sandang insya Allah 2 tahun ke depan saja. Sebelum nantinya berubah menjadi gelar dengan tanggung jawab lebih besar.

Dan kini saya sudah sampai di 3 bulan pertama kehidupan per-doktermuda-an di rsds, dan minggu pertama bulan ramadhan. Ramadhan dengan suasana yang berbeda lagi dibanding tahun lalu yang bertepatan dengan kkn. Dulu ramadhan di suasana pedesaan Sampang, sekarang di suasana departemen neurologi. Menurut pengamatan sebenarnya departemen ini berisi dokter-dokter dan staf yang islami dan alim. Berasa pondok romadhon. Stase ini juga menandai penanjakan fase kehidupan DM setelah berkutat dengan stase-stase yang menyenangkan sebelumnya.

Mumpung bulan Ramadhan, mari kita berdoa. Tolong kuatkan hamba Ya Allah. Berikan kelancaran dan kemudahan dalam menjalani DM ini.. dan berikan kebahagiaan dalam menjalani setiap stasenya. Semoga ilmu yang didapat berkah dan bermanfaat. amiin

Amin ya Rabbal 'alamin


Thursday, 21 November 2013

Wisata Kuliner - 2

Hai hai, suasana kota mulai dingin dan hujan ya sodara-sodara. Hawa-hawanya pagi mendung, siang mendung, sore mendung, tiada waktu tanpa mendung. Suasana dingin mencekam kayak gini, paling enak makan deh. Ya kan? Demi mewujudkan cita-cita sebagai pembahas kuliner, saya akan mengulas beberapa wisata kuliner saya beberapa waktu ini. Hehehe.


Ini belinya di sebuah kafe di daerah kaliwaron, Het Oost. Desainnya ala-ala Belanda, dan menunya kebanyakan mencampurkan Belanda dengan Jawa. Yang dijual disini utamanya adalah kopi dan teh. Tapi juga ada snack semacam martabak, roti bakar, dan juga ada nasi. Nah yang saya beli ini namanya Gestoomde Kip. Okelah, saya tak tahu bahasa Belanda, tapi di menunya bilangnya ini bistik ayam. Yang nggak biasa adalah bentuk nasinya kayak beruang. :3 Bistik ayamnya enak, kayak rolade ayam dibumbuin. Trus minumnya adalah teh chamomile. Menurut buku menu, teh ini antigalau. Waktu itu saya nggak galau-galau amat sih, tapi ya bolehlah. Berhubung dia ini teh hijau, rasanya tidak begitu manis, haha. Tapi rasa daun asli enak deh, seger-seger gitu. Kafe ini juga menyediakan wifi yang mencapai 1mbps. Lumayan, 5 episode WGM berhasil di download dalam waktu sekejap. Tapi kalo lagi sepi sih. Harga makanannya hingga 30.000an.

Nah kalo ini masakan khusus bagi para penyuka pedas. Ini namanya mie setan. Intinya dia adalah sebuah mie rebus, yang nggak pake kuah, di taburi bumbu pedes, dikasih ayam kecil-kecil, pangsit, dan daging bunder kayak patty burger. Ada berbagai pilihan level, waktu itu aku beli level 2 kalo ga salah ada 20an cabe. Rasanya? Pedes. Huh hah huh hah. Beberapa kali harus diberi penawar berupa es yang ada di sebelahnya, namanya es genderuwo. Seger banget, isinya pear, belimbing, cao, strawberry, pearl bolo bolo, dikasih sirup. Cocok sekali sebagai penawar kepedasan tiada tara. Nah di Kober Mie Setan ini juga ada mie iblis. Bedanya, mie iblis ini adalah mie goreng. Jadi ada campuran kecapnya. Tempatnya di daerah SMA kompleks, dan mulai buka jam 15.00. Rame banget mulai awal buka, dan harganya mulai 8.500an. Patut di coba.



Makanan ini saya beli saat libur lebaran ke Yogyakarta.
Huaaaa. Senangnyo. Tebak apa itu? Daging? Salaaah. Walau judul menunya adalah rendang, tapi bahan dasarnya adalah jamur, sodara sodara. Saya beli ini di Jejamuran, yang kondang di seantero Yogya dan sekitarnya. Usut punya usut, dia ini pernah masuk istana lo, sebagai jamuan makan istana. Rasanya, kayak rendang, pedes, enak, tapi jamur. Uenaak.

Nah yang dipesen sama mama saya adalah, tongseng yang juga pedas. Dan yang paling enak menurut saya adalah yang dipesen sama adik saya. Namanya portobello asam manis. Jadi, jamurnya semacam digoreng tepung dan di kasih bumbu asam manis. Teksturnya jamur yang satu ini surprisingly seperti daging, enak buanget deh pokoknya. Trus minuman kuning-kuning segar itu namanya es carica. Dia adalah es yang dikasih serai, trus ada buahnya. Kalo ke Yogya, mampirlah kesini teman-teman, tempatnya di jalan ke arah Magelang.

Jjajjangmyeon. Ini dia, karena penasaran kan sama menu yang satu ini, saya beli. Kan dia sering tuh jadi mensponsori misi-misi running man. Atau sering tampil di WGM. Kepingin deh saya, pada dasarnya pinginan. Dia adalah blackbean noodle, chinese-korean. Rasanya tidak mengecewakan, bumbu nya enak, ada dagingnya juga enak, pake telur enak, dan juga kimchi. Hehehe. Di salah satu episode Happy together bersama Papa Chanyoung (lupa nama aslinya), dia masak late night snack berupa jjajjangmyeon instan+telur setengah mateng+keju slice. Iseng banget deh saya berusaha menirukannya.

Jjajjangmyeon instan tentu saja masih susah dicari di Indonesia bukan? Akhirnya saya mensubstitusi nya dengan Gaga Mie Gepeng Lada Hitam.


Yeek penampilannya nggak bangeeeet. Maafkan saya sodara-sodara, saya terlalu lapar, sehingga tak sempat menatanya sedemikian rupa. Mau tau caranya? Pertama panaskan air, begitu mendidih masukkan telur. Saat telur setengah matang, masukkan mie. Kalo udah mateng, angkat, campurlah dengan bumbu mie instan trus tambahin keju dan dicampur sampe merata. Rasanya... Walaupun telurnya fail, *sebenernya semuanya fail* tapi enak kok. Yah, karena saya lapar kali ya.

Sekalian deh, saya bagi resep bola bola kornet lada hitam saya. Ini iseng kuadrat. Berasa ingin menjadi seorang wanita seutuhnya, berhubung waktu kkn saya merasa gagal. Fyi temen kkn saya si Indra jauh lebih bisa masak daripada saya. Merasa gagal nggak sih. Tapi kemudian saya malah berinovasi. Saya beli kornet daging sapi, dan bumbu instan lada hitam. Caranya, kornetnya dicampur sama tepung bumbu sasa. Sumpah ini berapa MSG yang tercampur? Yowislah. Kornetnya di bentuk bola, trus dilumuri bumbu lada hitam. Biarkan hingga meresap. Trus saya masak dengan bumbu lada hitam tersebut, dikasih sedikit air. Sampe ada kuahnya yang mengental.
Untuk nasinya, yaaa itu standar nasi goreng ala mama saya. Pake bawang putih di tumis, tambahin garam, kecap yang ada cabenya itu, trus masukin nasi. Wih, rekor, ini nasi goreng paling enak yang pernah saya buat. Menurut saya. Sekali lagi menurut saya. Tidak ada yang pernah mengakui masakan saya enak selain saya. Huahahaha. Sekalinya enak juga belum tentu bisa bikin lagi, berhubung saya selalu cuma main feeling kalo ngasih bumbu.

Ya sudahlah. Jadi malu saya. Saya sudahi dulu ya sodara. Kapan-kapan kita berjumpa lagi. Tolong doakan ujian saya lancar ya, nilainya bagus-bagus, nggak ada yang UP, lulus kuliah dengan lancar. Amiiin.

Tetep sehat, tetep semangat. Supaya bisa jalan-jalan dan makan-makan bersama wisata kuliner. Pokoke mak nyuss! Salam kuliner :3