Showing posts with label trip. Show all posts
Showing posts with label trip. Show all posts

Thursday, 21 March 2019

Honeymoon on a Budget : Menginap di Changi Airport

Kami sampai di Singapura kurang lebih pukul 01.30 dini hari waktu setempat, dan dilanjutkan dengan menikmati bandara Changi di malam hari. Bandara ini travelers friendly dan sangat nyaman untuk para traveler yang transit. Berbagai macam kegiatan dapat dilakukan di dini hari sekalipun.

1. Pertama nyalakan dulu wifi menggunakan fasilitas changi airport. 
Changi airport menyediakan free wifi. Ada dua pilihan yaitu gratis 3 jam, dan gratis 24 jam. Anda hanya perlu memasukkan nomor handphone (untuk 3 jam) dan mendownload app ichangi (untuk 24jam). Di aplikasi ichangi juga ada beberapa fasilitas penting seperti maps bandara, directions ke lokasi tertentu di bandara, informasi mengenai tempat makan 24 jam dan halal, dll.

2. Cari spot foto favorit
Kami turun di terminal 2. Disana terdapat 3 taman yang ditata menarik untuk berfoto-foto ria. Yaitu taman orchid, enchanted, dan sunflower. 

Orchid garden di bandara Changi 

Di orchid garden terdapat berbagai macam jenis anggrek, kolam ikan koi, dipercantik dengan desain jembatan di atas kolam ikan. Asyik sekali untuk bersantai dan foto-foto.


Enchanted garden 

Enchanted garden berisi bunga-bunga dengan ornamen kelopak yang terkesan magic. 

Sunflower garden di malam hari

Taman ini berada di rooftop, tentu akan lebih cantik bila kesana saat siang hari. Namun mengunjunginya saat malam hari pun tidak ada salahnya. Di taman ini kita juga bisa melihat pemandangan kesibukan bandara di malam hari dengan pesawat-pesawat yang datang pergi silih berganti.

3. Hiburan dan Shopping
Bioskop gratis buka 24 jam terletak di dekat sunflower garden terminal 2. Anda bisa nonton film yang sedang dijadwalkan tayang, dan jadwal penayangan bisa dilihat di web changi airport. 

Ini adalah salah satu contoh jadwal film yang tayang. Filmnya tergolong cukup baru. Banyak pengunjung yang tertidur selagi menonton karena tempatnya yang nyaman. 

Untuk berbelanja, ada beberapa dutyfree yang menjual parfum, make up, drugstore, dan minimarket yang menjual barang-barang yang mungkin anda butuhkan. Toko-toko tersebut buka 24 jam. Namun kebanyakan toko tutup dan baru buka di pagi hari sekitar pukul 6.

3. Makan
Beberapa restoran buka 24 jam. Untuk restoran halal, seingat saya ada 2 yang buka 24 jam. Mc donalds dan satu lagi saya lupa. Kami memutuskan untuk ke Mc donalds sekaligus mencicipi menu Mcd di Singapura. Penasaran apakah rasanya berbeda. Kami pesan cheese burger dan menu spesial classic angus cheese burger. Untuk cheese burgernya rasanya sama seperti di Indonesia, namun untuk classic angus cheese rasanya cukup unik. Dengan patty yang sedikit lebih tebal, ditambah beef bacon yang beraroma.

Harga dari cheese burger ala carte adalah 2.5 dollar dengan classic angus cheese 8 dollar. Cukup mahal ya dibandingkan dengan harga di Indonesia.
Untuk minuman kami memilih mengisi botol minum dengan tap water yang tersedia. 

4. Tidur
Karena banyaknya pengunjung yang transit, maupun sekedar menunggu pagi seperti kami, pemandangan orang tidur bergelimpangan disudut-sudut bandara sangatlah familier. Jika Anda memiliki uang lebih, anda dapat tidur di airport hotel, tetapi jika ingin berhemat, Anda bisa mencari beberapa tempat untuk tidur. Udara di dalam gedung airport cukup dingin jadi jangan lupa memakai pakaian yang cukup hangat, lebih baik jika memiliki bantal leher. Menurut cerita di beberapa blog, terkadang petugas akan melakukan sweeping pada pengunjung yang tidur dengan menanyakan tiket penerbangan apa yang sedang ditunggu. Tapi karena kami bukan transit (bukan menunggu penerbangan selanjutnya), kami agak khawatir kena sweeping. Alhamdulillahnya tidak. Jadi kami bisa dengan aman menunggu hingga sekitar pukul 6 saat MRT sudah beroperasi. 

5. Sholat
Mushola di terminal 2 ada di dekat enchanted forest. Mushola cukup bagus dengan disediakan mukena. 

Begitulah pengalaman kami menunggu sekitar 5 jam di Changi airport di malam hari. Untuk persiapan menuju Singapura ada di post sebelumnya. Dan tempat wisata menyusul di post selanjutnya. 😀😀 

Wednesday, 20 March 2019

Honeymoon on a budget: Singapore (Persiapan Sebelum Berangkat)

Jalan-jalan ke Singapura kali ini kesannya mendadak, tidak terencana, dan serba cepat. Tapi ternyata alhamdulillah bisa terlaksana juga. 😀😀

Sebenarnya, banyak sekali pilihan travel agent yang menyediakan jasa tour budget, tetapi, karena waktunya mepet, selain itu kami merasa belum ada yang pas di kantong untuk itinerary yang kami inginkan, jadilah kami mencoba dengan mencoba menyusun-nyusun sendiri seadanya.

Berikut tips dan langkah- langkah traveling on budget dadakan ala kami:

1. Beli tiket dengan kode promo:
H-5 keberangkatan, kami coba cek harga tiket di traveloka, dan tentu saja memilih yang paling murah 😂😂
Alhasil kami menemukan penerbangan oleh maskapai Scoot dari Surabaya ke Singapura dengan budget PP sebesar Rp 2.754.185 untuk 2 orang, atau 1,3 juta per orangnya. Bagaimana kami bisa mendapatkan harga tersebut? Yaitu dengan memasukkan kode promo sehingga alhamdulillah bisa mendapat diskon 700ribu rupiah. Lumayan kan? Untuk mendapatkan kode promo bisa dilihat dari pilihan ongoing promos pada app traveloka.

Sebenarnya kalau kami mau pesan dari jauh-jauh hari mungkin akan bisa mendapat budget lebih murah. Tapi karena ini dadakan, jadi yaa diterima saja. 

2. Pilih hotel di kawasan strategis (dekat dengan tujuan wisata, tempat makanan halal, pusat perbelanjaan, transportasi), namun cukup terjangkau.

Pada dasarnya harga hotel di Singapura cukup mahal, untuk mendapatkan harga yang lebih murah, hostel bisa menjadi pilihan. Tetapi, karena kami ingin tidur di tempat yang lebih nyaman dan menyediakan privasi, kami memilih hotel budget di daerah Bugis. Kenapa di daerah tersebut? Karena lokasinya cukup dekat dengan tempat-tempat yang ingin dikunjungi, sekaligus dikelilingi makanan halal. Kami memilih Aliwal Park Hotel sebagai tempat menginap. Untuk menuju ke stasiun MRT hanya berjarak 650 m atau 8 menit jalan kaki. Dan sekitar 4 menit berjalan ke halte bus. 
Biaya menginap 2 malam adalah Rp 1.331.993 atau 665ribu semalamnya. Itu sudah mendapat potongan diskon 10% dari promo traveloka. Cukup mahal untuk ukuran hotel di Indonesia. Tetapi dengan lokasi yang strategis dan tempat istirahat yang nyaman, kami bisa menghemat uang transport, dan juga tenaga. Selain itu, dihotel ini kami juga bisa menitipkan koper sebelum waktunya check in. Hal ini sangat membantu supaya tidak kemana-mana bawa barang berat. 

3. Membeli tiket wahana. 
Kami berencana untuk mengunjungi universal studio. Karena tiketnya agak mahal bila membeli disana, jadi kami mencoba mencari agent yang menjual tiketnya di Indonesia dengan harga miring. Harga normalnya adalah 78 dollar singapura, bila dikalikan kurs rupiah saat ini kira-kira 830 ribu rupiah. Waktu itu, kami memiliki beberapa pilihan, membeli di traveloka sekitar 770 ribu rupiah, kadang-kadang ada promo, tapi saat itu sedang tidak ada promo. Lalu mau membeli di aplikasi klook, tetapi tidak punya credit card 😂😂(harga di klook 769 ribu, tapi klook menyediakan shuttle gratis dari stasiun MRT harbourfront ke resort world sentosa). Kami lalu beranjak ke ecommerce. Dan menemukan banyak pilihan tiket dengan harga miring. Ini perlu hati-hati dalam memilih seller, karena jangan sampai ketika sudah di USS, tiket tidak bisa digunakan, trouble dan lain sebagainya. Untuk itu, penting untuk melihat kredibilitas seller dengan membaca review-reviewnya. Trik kedua dari kami, adalah dengan chat pembeli-pembeli lain yang memberi review untuk menanyakan bagaimana pengalamannya menggunakan jasa seller tersebut. Tips selanjutnya adalah, tahan konfirmasi barang, hingga tiket berhasil digunakan. Dengan begitu uang belum dilepas ke penjual sampai benar-benar aman. Tips ini hanya bisa dilakukan bila pembelian agak mepet dari saat kita menggunakan tiket sih. Kami memilih seller di shopee dan alhamdulillah berhasil mendapatkan tiket seharga 595ribu rupiah saja. Cukup hemat bukan?

4. Menukar uang 
Ini kami agak buru-buru, karena waktu itu hari jumat, kami takut sabtu tidak buka sehingga kami memilih money changer terdekat. Tips yang bisa dilakukan adalah menelepon money changer di sekitar lokasi anda dan membandingkan kurs jualnya. Lalu, memilih harga termurah. Karena mepet kami akhirnya membeli dengan kurs 10.600 rupiah per dollar singapura. 

5. Jasa WIFI
Untuk dapat berinternet ria di Singapura, ada beberapa pilihan, pertama mengandalkan wifi disana. Cukup banyak sih, di bandara, bus, tempat-tempat umum, hotel pasti ada. Tetapi tentu saja tidak kami rekomendasikan karena tidak bisa dipakai sewaktu-waktu bila keadaan darurat. Cara kedua adalah dengan membeli kartu SIM. Tapi saya sendiri kurang suka karena tidak suka mengganti-ganti kartu. Sehingga kami memesan jasa wifi portable atau dengan modem. Kami pesan di Passpod, kebetulan di trip sebelumnya di jepang saya sempat memakai jasa passpod dan sangat terbantu. Jadi, passpod akan mengirimkan modem beserta chargernya, kemudian 1 modem dapat digunakan 5 ponsel. Harga promo saat itu adalah 98 ribu/ 5 hari. Setelah itu modem dapat dikembalikan. Namun kita perlu memberikan deposit sebesar 500ribu rupiah yang akan ditransfer balik setelah modem dikembalikan.

6. Transport
Kami menggunakan ezlink untuk mempermudah transaksi transportasi di Singapura. Ezlink hampir sama dengan kartu e-money yang ada di Indonesia, tinggal top up saja lalu ditempelkan ke mesin di pintu masuk MRT maupun bus. Sangat praktis. Untuk pembelian pertama ezlink kalau tidak salah adalah 9 dollar yang berisi saldo 7 dollar. Berhubung kami meminjam ezlink punya kakak, alhasil kami cuma top up saja sebesar 10 dollar sesampainya disana. Namun itu juga masih sisa separuhnya. Naik bus dan mrt rata-rata 1-2 dollar sekali naik. Jadi cukup hemat 


Total biaya kami untuk akomodasi adalah:
Rp 5.374.178
Atau 2.687.089 per orang

Untuk harga H -5 saya rasa ini lumayan, tapi seharusnya bisa lebih hemat kalau direncanakan dari jauh hari. 

Untuk tempat wisata dan itinerary akan dipost selanjutnya.

See you!
 Light show di Gardens by The Bay 

Thursday, 17 May 2012

Lessons

Beberapa hari belakangan ini, hectic sekaliiiii
Perasaan hati campur aduk, mood naik turun, roda kehidupan berputar cepat, oh dunia ini
Dimulai dari pengumuman liga medika, berbagai kontroversi sehubungan dengan PBL, bertepatan dengan UTS triple attack, benar-benar menguji iman, jiwa, raga. Beneran. Orang-orang di sekitarku aja ikut kena aura negatifnya. Konstipasi dan diare yang bergantian, badan panas, membuktikan bahwa stress = immunocompromized.
Klimaksnya, survei modul kedokteran tropis. Masya Allah.
Survei ini, 'keren' sekali sodara-sodara.
Sabtu pagi saya berjalan menuju suatu rumah, di suatu tempat yang asing, dan diharapkan mengambil sputum dari sang empunya rumah. Jangankan sputum, orangnya aja nggak ada.
Selain minta sputum, aku juga wajib dateng ke rumah orang itu sebanyak tiga kali dalam seminggu. Jangankan tiga kali, sekali dateng aja cuma disambut pager terkunci rapat.
Senin Selasa mau ke Jakarta padahal.
Nggak dapet pasien berarti nasib nggak jelas.
Berakhir dengan merenungi nasib di pojokan puskesmas, "Ya Allah aku tahu Engkau Tahu yang terbaik, tapi tolong jelaskan Ya Allah, aku terlalu bodoh buat mengerti kenapa Engkau memberiku ujian-ujian semacam ini." *melankol*
Kalo udah kayak gitu, semua teori mengenai nasib, keberuntungan, takdir, kembali berputar-putar di otakku. Semua tanda tanya cuma didahului kata mengapa atau kenapa.
Lalu semua itu langsung dijawab sama Allah. Langsung. Petugas puskesmas langsung ngasih aku pengganti pasien (yang nggak ada di rumah tadi itu) dengan pasien yang rumahnya di Kedung Tarukan. Iya Kedung Tarukan. Hanya beberapa langkah dari kampus. Dan pasiennya bakalan pergi keluar kota Sabtu malem sampe hari Selasa. Klop banget sama jadwalku malahan. Rumahnya deket rumah temen sekelompokku lagi. Orangnya baik banget pula.
Berburuk sangka kepada Allah itu tak ada gunanya. Hasilnya kecele berat. 

Berlanjut dengan liga medika.
Saya ke Jakarta teman-teman. Salah, Gueh ke Jakarta.
Oke, silakan muntah.
Bukti otentik gue pernah ke FK UI
 Disana itu, rasanya kayak melarikan diri dari kenyataan hidup. Meninggalkan laporan survei, penelitian, pelajaran, menyenangkan. Walau sebenernya, ada suatu pelajaran kehidupan yang  gue dapatkan: mau kemanapun kamu pergi, entah ke ujung dunia, meninggalkan semua kenyataan hidupmu, tetep aja masalah akan mengikutimu. Di Jakarta kehidupan gue nggak mulus-mulus aja ternyata. Banyak cobaan hidup juga. Dan tetep, cuma Allah yang somehow bisa membuat semua kegelisahan itu nggak membabi buta. Gue bisa tenang, aman, damai, dan ikhlas. Ketawa ngakak gara-gara tragedi termosnya Ricardo+Yogi. Foto-foto di bangunan tua stovia, mengelilingi sudut-sudutnya bareng Mbak Nia (Makasih Mbak Niaaa). Menikmati malam di ibukota, dengan menggila bersama partner gue, Pipi, ketua kelas abadi Acce5s, Evede, yang ngeksis banget jadi MC andalan FKUI, LO kami, Harris, Geng USU (Universitas Sumatra Utara): Anita, Dhila, Rini, dengan LOnya Kak Sheli, dan kami sukses foto-foto dengan ndesonya di Grand Indonesia. Dilanjutkan dengan menginap di hotel, sekamar bareng Winda dari UWK, Vindy, dan Emily dari Atma Jaya. Mereka semua benar-benar menghibur. :) Think positive makes you positive. 

dari kanan ke kiri: alvi, pipi, anita, dhila, rini, kak sheli

Balik ke dunia nyata. Stop sok Jakarte.

Aku dateng ke Surabaya udah disambut tuntutan buat ketemu dombing 1, rapat redaksi Post Campus, dan ketinggalan 4 atau lebih bab PK, 3 bab mikro, 2 bab parasit. Oh My God.
Tapi, still nggak ada yang bisa nggantiin betapa berharganya sebuah pengalaman. Inget petuah sang tetua, untuk mendapatkan sesuatu, kita nggak boleh menyesal atas suatu hal lain yang harus dikorbankan.
Itu. Kadang beberapa pesan kebaikan yang ingin disampaikan Allah kepada kita, disampaikan lewat ucapan orang lain. Dan pesan-pesan itu, mungkin juga bentuk dari penjelasan Allah buat aku. Butuh lebih banyak mikir aja buat memecahkan rahasia Illahi ini. Mungkin begitu ya.

Pelajaran lainnya adalah, nggak ada satu makhluk pun di dunia ini yang bisa membantu dirimu, selain dirimu sendiri. Even orang tuamu, pacarmu, sahabatmu, temenmu, tetanggamu, apalagi orang yang nggak ada hubungannya sama kamu. Sama banget kayak Firman Allah, Allah nggak akan Merubah nasib suatu kaum, sebelum dia merubah nasibnya sendiri. Disaat kita mau membantu diri kita sendiri, tidak bergantung pada siapapun, disanalah Allah akan selalu ada, membantu baik disaat yang kita duga maupun tidak. Kesabaran, adalah soal pendewasaan. Nggak semua orang di dunia bisa mengikuti maumu. Nggak semua orang di dunia senormal dirimu. Apapun definisi normal yang kamu gunakan. Semua itu nggak bisa cuma dipelajari lewat kata-kata, motivasi, maupun jalan emas (hehe), tapi kamu harus mengalaminya sendiri. Ya, mungkin begitu.

Aku harus mengalaminya sebelum mengerti.  
Okay, wish me luck, then. 

Thursday, 27 October 2011

Better Late Than Never - ANTIBIOTICS 7

Tanggal 8 dan 9 Oktober 2011, entah mengapa saya akhirnya memutuskan untuk membolang bersama teman-teman sepermainan untuk pergi ke kota Malang mengikuti...........................


soundeffect: terengterengtereeeng...

dan jujur saja, kepergian saya kesana memberi kesan yang mendalam di diri saya. Uwos uwos.


Jadi ceritanya aku pergi ke Malang, bersama teman saya yang bernama sepuh Dia Inda Amalia dan Intan Pratiwi, juga ada Myrna Evanda yang kebetulan asli Malang dan jadi delegasi. Aku, mbak Inda sama Intan nginep di rumah Ili Rizliawati yang buaik pol. Bayangin, dia ngizinin kita nginep dan ngerepotin dia sekeluarga selama 2 malam, sedangkan sebenarnya dia nggak ikut ANTIBIOTICS, cuma lagi dapet tugas panwil medspin aja. Apalagi mamanya buaiiik banget, masakin kita rawon, telur asin, bothok, sayur sop, sek sek... nanti aja ya makan-makannya.

Antibiotics itu sendiri sebenernya kayak kumpul-kumpulnya FULDFK seIndonesia, ada materi-materi leadership buat delegasinya, sedangkan yang cuma mau ikut seminarnya doang bisa daftar jadi peserta. Temanya tentang kesehatan islam gitu, ada dari segi fiqih, sirah, pokoknya keren-keren lah kalo liat di poster. Berhubung suasana hati sedang tidak menentu, membutuhkan siraman rohani dan refreshing pikiran, akhirnya, aku dan dua konco seperjuangan yang sama sekali nggak tahu seluk beluk kehidupan kota Malang, nekat pergi ke FK Brawijaya buat ikut seminar ini.

Acara antibiotics hari pertama, di Graha Medika FK UB. Materi pertama, Islam for Better Health dari dr. Pukovisa Prawirohardjo, Sp.S. Beliau juga staf pengajar di departemen saraf FK UI. Materi ini keren banget. Mak Jleb Jleb. Banyak yang bisa dipetik. Cara beliau yang tegas dan blak-blakan, secara orang Jakarte, jadi malah bikin ngena. Mulai dari ngingetin ke kita, bahwa tubuh manusia hanyalah titipan. Buktinya adalah, banyak regulasi involunter dalam tubuh, yang kita nggak bisa kendalikan satu persatu dengan pikiran kita. Ibaratnya, tubuh kita itu seperti mobil yang dipinjamkan ke supir, kalo mau macem-macem jangan pake mobil majikan, karena bukan punya supir. Kalo mau melakukan sesuatu hal yang buruk, jangan pake tubuh kita, karena bukan milik kita.

Allah, menyembuhkan penyakit apapun yang diderita pasien. Dokter, kedudukannya seperti obat, suntik, infus, hanya sebagai perantara saja, bukan faktor penentu kesembuhan. Analoginya, seorang rakyat jelata, ingin masuk istana, tapi semua harus dengan persetujuan raja. Nah, ada orang dekat raja, misalnya patih atau punggawa kerajaan, sebagai perantara yang membolehkan rakyat masuk ke istana. Patih atau punggawa itu harus dekat dengan raja, sehingga diakui kredibilitasnya oleh sang raja, sehingga dipercaya untuk menjaga gerbang masuk istana. Maksudnya, dokter sebagai perantara kesembuhan, harus memiliki kredibilitas di mata Allah agar Allah mempercayai dokter tersebut menjadi perantara bagi kesembuhan orang lain. Kredibilitas itu, dibangun dengan adab atau perilaku yang baik. Istilahnya, gimana mau jadi dokter yang bener kalo sama Yang Punya Ilmu nggak deket. Gimana bisa dipercaya pasien, kalo Allah nggak percaya sama dokter itu sendiri. Ngeri kan?

Karakter dokter takut akan dunia, tidak peduli akhirat (sebenernya nggak cuma buat dokter aja sih):
1. Tak percaya rezeki. Rezeki sudah ada bagian masing-masing, tugas kita adalah menjemputnya dengan cara yang HALAL.
2. Syirik kecil. Contohnya lebih takut pada dosen atau senior daripada sama Allah.
3. Zhalim kepada pasien
4. Lebih keji dari koruptor
5. Sombong dan riya'
rawan banget. Jadi berkaca dan malu pada diri sendiri.

Di akhir slide nya, beliau ngasih doa buat kita. Kata-katanya bagus deh.

Ya Allah Yang Maha Perkasa, kulturkanlah easa takut dalam diri kami kepada Mu, yang dengannya senantiasa menghalangi kami untuk bermaksiat kepadaMu. Eksklusikanlah nikmat dunia menjadi puncak cita-cita kami tertinggi. Katalisiskanlah kami dalam memahami sesuatu, sehingga dengannya kami bisa belajar dan mengajarkan ilmu. Ya Allah yang Maha penyabar. injeksikanlah kami sifat sabar, yang dengannya kami terus mau belajar. Bentuklah imunitas dalam diri kami dari gelisah, lemah, mudah berkeluh kesah, malas, sifat pengecut, bakhil, dari hutang dan kezhaliman manusia. Amin.

Setelah materi ini, ada materi tentang sirah Nabi. Dan saat itu saya cukup mengantuk. Apalagi pas materi ketiga, tentang bagaimana kondisi primary health care di Indonesia. Hmm, reseptor saya yang dosen-unair-spesifik langsung on, karena pembicaranya orang Unair. Sebenarnya materinya bagus, menyesal deh saya ngantuk. Yang inspiratif, ada juga tamu dari Malaysia. Dia yang punya rumah sakit islam di Malay, dan rumah sakit islam disana benar-benar rumah sakit islam, maksudnya mereka sangat mendukung ibadah dari pasien maupun tenaga medis. Rumah sakit itu nyediain rukuh, sarung, sajadah, alQuran, sampe debu tayamum yang ditaruh di botol buat fasilitasin pasien yang pengen sholat. Bahkan di pintu kamar rawat pasiennya ada check list sholat si pasien. Ini tugasnya perawat untuk ngingetin pasiennya buat sholat, dan setelah sholat, sang perawat bakal nandain check list an ini, menandakan bahwa pasien udah sholat. Untuk dokter yang lagi operasi, juga dibuatin jadwal sholat sehingga nggak ketinggalan sholatnya. Keren nggak sih?

Hari pertama ditutup dengan talk show bersama Justice Voice. Suaranya bagus-bagus dan lagunya juga bagus-bagus. Terhibur sekali.

Hari keduanya, pindah di widya loka. Materi nya tentang aktivasi otak, dan workshop hipnosis. Tapi yang paling dapet, menurutku, motivation training dari dr. Arif Alamsyah. Kereeeen. Bikin terharu dengan cara yang tidak memaksa. Membuat diri kita berkaca dan memperbaiki diri. Beliau cerita tentang seorang bapak tua, yang terkena penyakit, susah bernafas, jalan nafasnya harus dibuatkan dengan cara melubangi lehernya. Membuatnya bingung kalo lagi hujan. Dan itu juga membuatnya nggak bisa mengucapkan kata-kata dengan jelas. Tapi ia berhasil bangkit dan mau membantu orang-orang yang punya penyakit yang sama dengan dirinya. Bahkan menjadi duta penyakitnya sampe dikasih penghargaan segala. Sedangkan dia bukan dari tenaga medis, tapi tergerak hatinya untuk menolong.

Lagi-lagi introspeksi.

Inspiratif banget, antibiotics tahun ini. :) Tahun depan dimana ya? Semoga bisa ikut lagi. Amin...