Saturday, 25 August 2012
Saturday, 24 December 2011
December
tanggal 12, MBC ultah, uwouwouwo. 19 tahun, huh? gaya banget nih, satu tahun lagi sudah bisa disebut orang dewasa yang sesungguhnya, dua tahun lagi udah bisa bikin informed consent yang valid, tiga tahun lagi udah bisa siap-siap wisuda, empat tahun lagi mungkin udah nyebar undangan (?). Seminggu sebelumnya, aku, Eba, sama Bibo sudah bersiap-siap beliin kado buat MBC, rencananya mau ngasih ke rumahnya sepulang kuliah dengan membawa kue yang enak. Sewaktu hari H, kadonya oke (udah dibungkus dengan canteknya oleh seseorang yang hanya saya, Eba, Nanda, dan Allah yang tahu), kuenya nyamnyam, kuliahnya pulang cepet, begitu sampe rumah MBC, lilin sudah ditancep, korek udah siap dinyalain, tiba-tiba ada temen-temen kuliahnya dateng. Dengan sedikit kecewa, akhirnya kita bertiga ngobrol-ngobrol sama adeknya MBC di kamarnya sembari menunggu. Barulah habis maghrib kita ngelanjutin yang sempat terhenti... Sayang nggak ada Helicak...
Selamat ya MBC, semoga tambah berjaya..
![]() |
| MBC tiup lilin |
![]() |
| kue sama kado mama |
Dan hari ini, setelah tenda tensi yang aku telat hiks hiks tapi dapet untung lumayan, saya di rumah sendiri dengan amanat dari mama, "Belajar ya, Vi". Doakan saya, ya. Enam ujian menunggu saya dan semuanya materinya Subhanallah. Semoga saya dan seluruh teman yang lagi UAS semangat buat terus belajar biar bisa membahagiakan ibu masing masing. Amin Ya Allah.
Sunday, 6 November 2011
Funny Thing About Shirley
...untiiiil, now. It's just coincidence, I clicked on shaun-sheep.com and then I found the characteristics of the sheeps on that serial.
Shirley
Four times the size of any other member of the flock, Shirley has to be pushed from place to place and can eat just about anything that comes her way. She is also useful as a trampoline, a battering ram and her capacious fleece provides a hiding place for all manner of unlikely items.
And, I just laughed, Oh My.. So the "father" is a female.
sedikit sakit hati, kok ya perempuan yang jadi simbol banyak makan.
Friday, 9 September 2011
Selagi Masih di Bulan Syawwal
Semoga Allah menerima amal ibadah dan mengampuni semua dosa-dosa kita di bulan Ramadhan. Semoga pula kita dapat menjadi manusia yang selalu istiqomah dalam kebenaran. Amin.
Mohon dimaafkan apabila diri saya banyak melakukan kesalahan baik yang di sengaja maupun tidak… Semata-mata karena kebodohan saya. Hiks. Maaf juga kalo ada kata-kata yang tertulis maupun terucap tak sejalan dengan kebenaran sehingga melukai banyak hati diluar sana, maafkan ya…
Saya juga memohon doanya, agar saya bisa menjadi orang yang lebih baik dari hari ke hari, dan sadar akan kodratnya sebagai manusia. Mohon doanya juga agar saya sekeluarga terjauhkan dari marabahaya aral melintang onak berduri dan lain sebagainya.
Yang mendoakan saya doakan masuk surga. Amin.
Thursday, 4 August 2011
Mbek ;)
Caution! Spesies langka!
Nama : Sinifi Oktivii a.k.a Mbek
Umur : ** tahun
Skula : Sekolah yang ada air mancurnya (?)
Kemana-mana naek angkutan umum beramai-ramai bersama teman-teman LALALA
Saya kenal dia sejak dulu, sejak dia mengaku bonek sehingga usul sama ustadzah supaya tadabbur alam (jalan-jalan pas SD) ke stadion tambaksari, mengaku kerabat kotak (ahahay), mengaku ST setia, sampe sekarang dia telah menyadari kekhilafannya. Hmhm.
Aneh sih, tapi ya mau gimana lagi, sudah nasib saya harus bergeje-geje sama dia untuk menghabiskan waktu. Ini salah satu hal geje yang ia tulis di hape saya saat kita sedang bergeje-geje:
“Kemarin ketika aku bertemu dengan seorang anak kecil berkerudung aku bertanya siapa namanya dan ia menjawab “Namaku alvi” lalu aku bertanya siapa adiknya dan ia menjawab “Namanya ifa” lalu kami berpelukan karena ternyata aku adalah adiknya yang selama ini telah lama hilang.”
Mau tau lebih lanjut tentang dia? Ketik REG(spasi)IFA, kirim ke *****, sms langsung dari hape dia lo… Lak geje. atau tengok saje lah thelosttreasure.blogspot.com or anotherside.blogspot.com
Jika di jalan bertemu dengannya, jangan lupa menyapanya ya…
Tuesday, 12 July 2011
The Answer of a Whisper
Hello…
Kenalkan, dia Si Gendut. Si gendut ini adalah Toyota Vios berwarna hitam yang sangat gendut. Dia sudah seperti saudara sendiri, menjadi salah satu bagian dari keluarga kami.
Aku sedikit merasa berdosa kepadanya, aku sering mengakibatkan ia teraniaya. Karena awal-awal aku belajar nyetir, dia sering menjadi korban. Mulai dari nyenggol mobil lain, nyenggol pohon, hiks, sakit hatiku mengingatnya. Yang terakhir ngenggol semacam trotoar, dan sampe sekarang luka yang terakhir nggak di perbaiki, biarlah dia tetap begitu.
Si gendut sering ikut aku kemana-mana. Di jalan, aku tak jarang curhat-curhat sama dia *sst rahasia ya. Tapi tentu saja, sesampainya di tempat yang teduh, aku meninggalkannya, untuk beristirahat. Kalo ninggalin dia, otomatis aku harus memberikan perlindungan keamanan agar nggak ada yang bisa nyulik dia, dengan cara menguncinya dengan remote. Tapi akhir-akhir ini si remote agak ngambek. Mungkin dia udah terlalu tua untuk menjaga Si gendut, dia suka nggak nyala kalo dipencet. Walaupun si remote nggak nyala bukan berarti aku harus serta merta meninggalkan si gendut dalam keadaan tidak aman, mau nggak mau aku harus menguncinya dengan cara klasik, menggunakan kunci.
Suatu hari, tepatnya kemarin, aku pergi ke sebuah masjid untuk mengaji. Aku tinggal si gendut di depan masjid, di bawah pohon rindang. Lalu aku mengaji sampai adzan magrib terdengar. Aku melihat ponsel dan ada SMS dari mama, katanya disuruh pulang sebelum magrib. Yah, padahal ini udah adzan. Aku dilema. Sholat magrib dulu, apa pulang dulu ya. Teman mengajiku bilang, “macet gak lo? kalo macet sholat dulu aja”, aku bimbang, biasanya sih 30 menit sampe kantor mama. Tapi nggak tahu deh kalo macet. Tapi kalo mama marah gimana. Tapi ini kan udah adzan, kalo terjadi sesuatu di jalan gimana? *naudzubillah, trauma masih membekas.
Akhirnya aku memutuskan “ Ya udah sholat dulu aja” tapi karena adzannya keras, temenku itu salah mendengar, dia kira aku bilang “ Ya udah berangkat aja” akhirnya dia mengajakku pulang.
Di perjalanan menuju si gendut aku bertanya-tanya, sebenernya bener ga sih keputusanku ini? Seharusnya mana yang lebih di dahulukan? Sholat atau menuruti perintah orang tua? Bukannya ridho Allah ridho orang tua?
Tepat saat adzan meneriakkan “Hayya Alas Sholaaah” aku mencoba memencet remote untuk membuka perlindungan keamanan si Gendut, tapi dia nggak mau bunyi. Ngambeknya muncul lagi. BIasanya dia nggak pernah ngambek untuk buka kunci, tapi entah kenapa sekarang gitu. Akhirnya terpaksa aku buka pake kuncinya, pas aku buka pintu tiba-tiba alarm meraung-raung. oh No! Untung lagi adzan, jadi orang-orang nggak heboh. Aku cepat-cepat masuk dan mencoba menyalakan mesin. Begitu kunci dimasukkan, alarm bunyi lagi. Lampu security kedip-kedip dan mesin nggak bisa dinyalain. astaghfirullah… aku langsung keluar dan bertekad untuk sholat dulu, dan bismillah… remote kupencet untuk mengunci si gendut. berhasil! aku langsung cepat-cepat sholat. astaghfirullah ampuni aku Ya Allah
Setelah sholat, aku langsung sadar, Allah langsung menjawab semua kebimbangan. Semuanya kontan saat itu juga. Subhanallah, dan semuanya Allah berikan dengan cara yang nggak disangka-sangka, yaitu lewat remote dan si gendut.
Aku kembali ke si Gendut. Berdoa semoga aku bisa pulang. Aku pencet remote, bisa. Aku buka pelan-pelan, alarm ga bunyi. Aku masuk, lampu security masih kedip-kedip, tapi bismillah aku nyalakan mesin dan nyala! Wow! Akhirnya aku bisa pulang dengan selamat. sesampainya di rumah pun si remote bisa berfungi dengan baik. Subhanallah, Allah memang Maha Besar.
Wednesday, 6 July 2011
Holiday Trip: Jatim Park 2
It was actually not really a holiday trip, the following day I had public health exam and I hadn’t studied that subject seriously in this semester. As a normal student, I should have studied all the day, but there I was, Jatim Park 2
It was in Museum Satwa. Silent animals, in many poses, made you feel like they were very alive. I captured some pictures of them. Here is the dinosaur, I think it’s not the real bone they have. Anyway the scene was so amazing, especially the lighting and the painting on the roof. Sharp teeth is ready to eat, hawr..
There were dioramas, like I said, filled with animals with their poses, just like these primates, they did massage on the rocky mountain!
and this baboon, which is very sad because she missed her family, couldn’t do anything, just stuck in a daydreaming *high level imagination, how come I could immediately sure that this baboon is a female?
and this owl, he is the king in the air, at least in a rat’s perspective (in some dioramas, there were scenes showing an owl bit a rat)
there were also many beautiful insects, such as Callicore pastazza
Morpho deidamia briseis
and these glowing things, so beautiful
I was travelling under the sea too, meeting these treasures
and, I saw something that remembered me on my anatomy lessons. haha.
this is primitive skull of human, or primitive monkey I forget. My mom smelled bad thing there, so she concluded that it is real, real fossils. but I doubt that. I think human’s skull so much more complicated than this. there’s no superior or inferior orbital fissure, or any opening, or maybe the fissures came by the evolution. Or maybe there’s no evolution from monkey to human? *sok yes
Actually, in Jatim Park 2 there are two places, museum satwa and batu secret zoo. But, in batu secret zoo I couldn’t capture anything because it was like sea full of human. So many people there, and so crowded.
Okaay, and the best part was… I could pass my public health exam successfully, no remedial. Alhamdulillah.. Yuuhuu


