Tuesday, 18 June 2013

Buat Mbechi

Hai Mbechi.

Kira-kira kalo aku nulis nama "Mbechi" setelah "Untuk" di amplop surat, apa yang akan dipikirkan pak posnya ya Mbech? Apa pak pos akan berpikir surat ini hanya main-main belaka? Seperti mbak operator taxi orenz yang tidak mengirimkan taxinya pada kita setelah kita menyebut "Mbechi" saat ditanya atas nama siapa? Atau kira-kira apa yang dibatin pak yang jaga di kantor pos ya? Saat aku menyerahkan sepucuk surat itu dan paknya mulai mengetik data-data untuk tanda terima? "Mbe, Mbechi, Mbechi ya Mbak?" begitu mungkin paknya akan berseru ragu.
Ah, beruntung sekali kita punya blog ya. Tak perlu lah membuat risau pak pos :)

Mbech, mbech, bagaimana kabar jempolmu? Kalo capek bilang ya mbech, nanti kita ngobrolnya pake voice note aja. Kayak landak gaul. Pake backsound mendayu-dayu. Ngomongnya kepkep. Harus nahan ketawa tapi ya, nahan gelik.
Eh, aku juga nggak kuat liat Thomas, adekku aja nggak kuat. Terlalu naif untuk bocah belasan tahun. Tapi aku akui memang sarat makna dia Mbech. Penuh emosi juga. Tapi sebenarnya ada yang lebih sarat makna lagi Mbech, kartun namanya "Curious George", tahu nggak? Yang monyet peliharaan pria bertopi kuning. Lebih nggeregetin lagi itu ceritanya. Lebih menggigit. Masih ada nggak ya di antv? Kalo ada, sempatkan lihat ya Mbech.
Ah iya Mbech, aku juga heran kenapa aku sama eba sakit. Apa alam bawah sadar kami benar-benar dipengaruhi kharisma mereka ya? Ngeri juga ya. Mari tidak berpikir seperti itu. Terlalu menakutkan Mbech. Munkin saja bentuk represi dari kestressan kami terekspresikan Mbech. Munkin saja.

Mbech, kamu tahu nggak anjingnya Taeyang namanya Boss kemarin meninggal. Kamu nggak ngelayat ta Mbech? Taeyang suedih lo Mbech, dia sudah lima tahun bercengkrama sama Boss. Dia seperti merasa kehilangan adik sendiri. Kamu merasakan kesedihan itu nggak Mbech? Coba diinget-inget, kalo kamu ngerasa, mungkin sekarang Taeyang juga ngerasa mules kebelet pup.

Oke Mbechi. Sekian dulu ya. Mbechi rajin belajar juga ya biar jadi ibu negara. Salam buat pak presiden.
Kimba

Saturday, 20 April 2013

Mr. Young


The winter has passed and the spring has come
We have withered
And our hearts are bruised from longing
I’m singing my blues
Used to the blue tears, blue sorrow
I’m singing my blues
The love that I have sent away with the floating clouds


Tiga jam lagi. Aku masih menunggu di kamar. Sendiri saja. Mencoba menikmati sisa-sisa waktu yang ada. Merebahkan diri di atas kasur. Mengamati langit-langit, mendengarkan alunan musik ini.


Walau tak memahami maksud yang ada, tapi somehow menenangkan. Di tengah berbagai pikiran yang berkecamuk. Bukan berarti kepergianku ini akan menyenangkan, itulah yang kurasakan. Yang kutinggalkan pun sebenarnya memang ingin kutinggalkan. Walau aku tahu, kelak aku akan kembali berurusan dengan hal yang kutakutkan. Dan bayangan akan kepergian sedikit melegakan. Tapi, sekali lagi aku tahu kepergian ini mungkin tak semenyenangkan itu. Ah, rumit memang. Setidaknya, musik ini mampu mengurainya sejenak.


I was born and I met you
And I have loved you to death
My cold heart that has been dyed blue
Even with my eyes closed, I can’t feel you


Lagu yang sama masih terngiang di benakku. Walaupun jarak beribu kilometer telah kutempuh sejak  terakhir aku mendengarnya. Perasaan lebih baik yang ada, aku merasa lega. Sedikit sekali aku merasakan diriku berharga, dan disini tempat aku mencicipinya.  Berkeliling, dengan berbagai fantasi yang mulai nyata. Walau hanya malam ini saja, aku cukup dengan pikiran bahwa ini benar terjadi. Bukan mimpi yang mulai bercampur dengan kenyataan.

Once these tears dry up, I will moistly remember my love
I’m neither painful nor lonely
Happiness is all self-talk
I can’t stand something more complicated
It’s no big deal, I don’t care
Inevitable wandering
People come and go

Dan hingga aku kembali, izinkan aku untuk menganggapnya nyata. Perasaan yang menyenangkan itu, terbawa dalam setiap bait lagu ini, masih tersimpan dengan rapi di sini. Tidak peduli tentang kelanjutan kisah yang mungkin fiksi, jelas dalam diriku keinginan untuk mempercayai satu hal saja. Satu hal ini, yang jarang sekali kurasakan dalam hidupku. Boleh kan aku mempercayainya nyata.

Again tonight, underneath that blue moonlight
I will probably fall asleep alone
Even in my dreams, I look for you
And wander around while singing this song